Sumenep-Infokom News Room : Wilayah Sumenep hampir 23,59 prosen merupakan kawasan hutan, buktinya daratan dan kepulauannya hampir mempunyai lahan hutan, dan hutan itu terdiri dari hutan raya yang luasnya sekitar 5.747 hektar, hutan produksi 21.000 hektar lebih, hutan lindung 19.957 hektar dan hutan swaka alam seluas 366 hektar. Demikian dijelaskan Bupati Sumenep, KH. Moh. Ramdlan Siraj, SE, MM dalam acara kunjungan kerja Menteri Kehutanan RI di Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan Sumenep, Senin (16/01). Selain itu menurut Bupati, kawasan Sumenep juga memiliki lahan kritis yang mencapai seluas 108.000 hektar lebih, lahan sangat kritis seluas 13.000 hektar lebih, lahan kritis 30.000 hektar lebih dan lahan potensi kritis seluas 64 hektar. Namun demikian Bupati menuturkan, selama 5 tahun terakhir ini Pemerintah Daerah telah melakukan rehabilitasi guna menjaga kelestarian hutan, baik itu melaui APBD maupun APBN. Bahkan pada tahun 2005 lalu kegiatan Gerakan Penghijauan dan Konservasi Alam Nasional (GPKAN) untuk membuat hutan seluas 1.159 hektar Sementara itu Menteri Kehutanan RI, H. MS. Ka’ban, SE, M.Si dalam pemaparannya menitipkan agar para santri ikut menjaga kelestarian hutan, sebab selain santri mempunyai peluang yang sangat besar, Pondok Pesantren mempunyai pengaruh kuat bagi masyarakat guna mencegah kerusakan. Kerusakan hutan itu menurut Menteri Kehutanan akan menimbulkan bancana alam seperti banjir dan tanah longsor. Oleh karenanya MS. Ka’ban meminta para santri dan Pondok Pesantren hendaknya sejak dini mengajak dan memelihara kelestraian hutan serta menghimbau agar masyarakat tidak menebang pohon secara liar. Dalam kesempatan itu Menteri Kehutanan RI menyerahkan dan melakukan penanaman secara simbolis 80.000 bibit pohon jati. Acara yang dimulai sejak pukul 11.30 WIB dihadiri pula oleh Pengurus Pondok Pesantren Al-Amien, Wakil Bupati, Ketua DPRD, Kapolres Sumenep dan undangan lainnya. ( Yasik, Esha )