Sumenep-Kominfo News Room : Kesadaran masyarakat Jawa Timur untuk mengikuti program Keluarga Berencana (KB) cukup tinggi. Terbukti, angka kelahiran masih dibawah target nasional. Dari 37 juta penduduk Jawa Timur, angka pertumbuhan kelahiran hanya 1,03 prosen atau dengan kata lain, pertumbuhan dalam satu tahun setiap bulan rata-rata 300.000 hingga 400.000 padahal target nasional sebesar 1,3 prosen. Kepala BKKBN Jawa Timur, Pranyoto menuturkan, pertumbuhan penduduk bisa dibawah target nasional, sebab masyarakat dewasa ini mulai memiliki kesadaran untuk mengikuti program Keluarga Berencana, padahal sebelumnya untuk mengajak masyarakat mengikuti program KB harus dengan paksaan, agar bersedia mendatangi lokasi pelayanan ditenda-tenda lapangan terbuka, namun dengan tingginya kesadaran masyarakat, pemerintah menyediakan tempat pelayanan yang layak, seperti Puskesmas, Rumah Sakit dan Polindes, bahkan tenaga medisnya lebih perofesional. Menyinggung alat kontrasepsi yang diminati masyarakat, Pranyoto mengemukan, sebagian besar masyarakat aseptor KB menggunakan alat suntik, dan pemakian alat suntik ini mencapai 50 prosen, sedangkan sisanya berupa Pil, Inplan dan Spiral. Pranyoto menambahkan, aseptor KB di Jawa Timur berjumlah 75 prosen dari jumlah penduduk Pasangan Usia Subur (PUS) atau sekitar 7 juta pasangan pasutri, namun pihaknya tetap berupaya untuk meningkatkan jumlah aseptor KB di Jawa Timur. (Yasik, Esha)