News Room, Rabu ( 22/07 ) Keberadaan Pelabuhan rakyat (PELRA) yang pembangunannya hingga saat ini masih terkatung-katung, karena masih menunggu pembangunan lanjutan yang memang direncanakan dibangun secara bertahap tersebut, karena terjadi kasus yang melibatkan pihak rekanan dan konsultan pelaksana, maka hingga saat ini kondisinya memprihatinkan. Melihat kondisi tersebut, akhirnya Ketua DPRD Sumenep, Drs. KH. Busyro Karim, M.Si berharap pembangunan Pelra dapat dilanjutkan dengan melakukan loby-loby kembali ke pusat maupun Dinas Propinsi Jatim. Hal tersebut ditegaskan Ketua DPRD yang sudah dua kali menjabat ini ketika ditemui sejumlah wartawan tadi siang di ruang loby Kantor DPRD Sumenep, Rabu (22/07). Menurutnya, akses pelabuhan rakyat di Kalianget kedepan akan memiliki akses lebih luas lagi. Bahkan dengan berfungsinya jembatan Suramadu akses pelabuhan Kalianget akan semakin pesat. Bahkan sudah ada rencana akan didirikan pusat perbelanjaan besar, yang akan banyak mengirimkan barang-barang ke berbagai kepulauan di Sumenep. "Dengan perkembangan pasca Suramadu jelas pelabuhan Kalianget nantinya juga akan kecipratan dengan padatnya akses penyeberangan keberbagai pulau di Sumenep, bahkan bisa keluar daerah," ujar Politisi PKB ini. Ditanya mengenai kasus yang terjadi pada pembangunan Pelra sebelumnya Busyro menilai, setelah dilakukan putusan dan sebagainya, hendaknya pembangunan Pelra yang sudah direncanakan sejak awal tetap harus dilanjutkan. Sebab jika tidak akan percuma loby-loby yang telah dilakukan oleh legislatif dan eksekutif sebelumnya untuk pembangunan sarana akses penyeberangan pelabuhan rakyat khususnya kepulauan itu. Bahkan, Busyro berharap untuk anggota dewan yang baru nantinya, hendaknya terus mencari loby-loby dan pendekatan kepada pihak-pihak terkait yang ada di pusat maupun Propinsi Jatim, Sebab, bagaimanapun proyek itu terlaksana sebelumnya, terlepas dengan persoalan yang terjadi setelah dalam pelaksanaaannya, tentu dengan loby-loby dan sebagainya. Sebab, tegas Pengasuh Ponpes Al-Karimiyah Desa Braji ini, sarana pelabuhan rakyat yang representatif sudah diidam-idamkan masyarakat sejak dulu. Jadi, ketika ada hambatan dalam realisasinya, hendaknya terus diperjuangkan, agar keinginan awal tidak sia-sia begitu saja. Apalagi jelas sudah kadung keluar anggaran yang tidak sedikit untuk tahapan pembangunan Pelra yang hanya tinggal beberapa tahapan lagi. ( Ren, Esha )