Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 07-10-2005
  • 554 Kali

KETUA DPRD MENILAI PEMBEBASAN SPP SALAH SASARAN

Sumenep-Infokom News Room : Menghadapi Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang mencapai 90 persen, Ketua DPRD Sumenep, Drs. KH. Abuya Busyro Karim, M.Si ketika ditemui News Room di Gedung DPRD, Rabu (05/10) kemarin mengatakan, solusi terbaik untuk menyikapi kenaikan harga BBM ini, sebenarnya bukan dengan pembebasan SPP maupun pemberian uang sebesar Rp.100.000,00 kepada per-orang miskin, melainkan dengan lebih membesarkan kompensasi kepada pengentasan kemiskinan. KH. Busyro mengungkapkan, dirinya tidak setuju dengan program pembebasan SPP dari SD hingga SLTA, karena program tersebut, sudah pernah dijalankan pada tahun 1950-an ketika pemerintahan Soekarno- Hatta, yang pada saat itu juga terjadi kenaikan harga BBM, ternyata tidak mampu menyelesaikan persoalan, sehingga, pihaknya menilai pembebasan SPP itu tidak tepat sasaran. Karena itu, Busyro berharap, dalam APBD 2006 nanti, benar-benar lebih mengedepankan pengentasan kemiskinan, dengan catatan tidak terlalu memanjakan masyarakat. Karena, dengan anggaran tersebut, pihaknya berharap masyarakat akan lebih kreatif dalam mencari solusi terbaik tanpa persediaan yang matang dari Pemerintah Kabupaten. KH. Busyro menjelaskan, melihat kondisi alam yang begitu berpotensi, terutama hasil pertanian dan kelautan, maka pihaknya meminta kepada masing-masing instansi terkait, untuk berkeinginan membesarkan anggaran. Karena menurut Busyro, meskipun selama ini anggaran yang disediakan lebih besar, namun kenyataannya masih banyak dana yang belum terserap, seperti halnya tahun kemarin dianggarkan sebesar Rp.1,5 M, tapi ketika PAK yang diserap hanya sebesar Rp.700 juta, sehingga masih banyak anggaran yang tersisa. Karena itu, pihaknya meminta untuk dilakukan penambahan anggaran, namun ketika mau ditambah ternyata banyak Kepala Dinas yang menyatakan belum siap. Sehingga, pihaknya berharap kepada Eksekutif untuk ada kemauan bersama dengan Legislatif, dalam pengentasan kemiskinan. ( Nita, Esha )