News Room, Jumat ( 11/07 ) Unit Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Sumenep dipersoalkan, karena meresahkan warga setempat. Pasalnya, proses pergantian uang darah di PMI Sumenep tidak berjalan lancar, bahkan ada yang sampai satu tahun proses pergantian itu belum terbayarkan. Ketua Komisi D DPRD Sumenep, H. Moh. Subaidi, SE, MM mengatakan, beberapa minggu terakhir ini pihaknya sering menerima laporan dan keluhan dari warga mengenai proses pergantian uang darah di PMI. “Kami mempersoalkan proses pergantian uang darah di PMI, mengacu pada keluhan dan laporan masyarakat. Padahal darah itu gratis,”kata Subaidi, Jumat (11/07). Menurutnya, warga yang membutuhkan darah di PMI itu harus mengeluarkan uang jaminan sebesar Rp. 300 ribu per-kantong, sedangkan proses penggantiannya tidak jelas. “Mereka sudah memberi jaminan ke PMI, tapi ternyata uang itu tidak diganti-ganti. Ini kan memberatkan warga kurang mampu,” terangnya. Untuk mengurai persoalan tersebut, pihaknya menilai perlu ada hearing dengan pihak terkait, seperti Dinkes, Rumah Sakit dan PMI sendiri, agar persoalannya bisa jelas. “Kami menginginkan ada hearing dengan pihak terkait untuk mencari solusi dalam persoalan ini,”ujarnya. Ia mengungkapkan, dari dana APBD, sudah ada anggaran sebesar Rp. 200 juta per-tahun untuk dana operasional PMI. “Padahal kami sudah menyediakan dana operasional untuk PMI setiap tahunnya. Sementara, untuk anggaran proses penggantian darah tersebut sekarang sudah include pada BPJS, sedangkan sebelumnya masuk pada Jamkesmas. Tinggal mengklaim saja ke BPJS,”ungkapnya. ( Nita, Esha )