News Room, Rabu ( 27/05) Pelaksanaan kegiatan Bhakti TNI di dua Desa di Kecamatan Gapura, yakni Desa Banjar Barat dan Banjar Timur, mendapat simpati dari masyarakat. Sebanyak 19 unit rumah sudah rampung dilaksanakan. Pelaksanaannya, terbagi 10 Unit di Desa Banjar Barat dan 9 Unit di Desa Banjar Timur. Hasil pantauan News Room di 2 Desa tersebut, bagian depan rumah sudah selesai termasuk pemasangan kaca jendela. Sedangkan untuk bagian belakang rumah jika menginginkan penambahan, bisa dikerjakan secara swadaya dalam bentuk gotong royong masyarakat. "Masyarakat yang mendapat bantuan rehab rumah tidak layak huni merasa senang, apalagi rata-rata hanya dengan waktu dua-tiga hari sudah selesai," terang Kades Banjar Barat, Mastawi. Menurutnya, kinerja TNI benar-benar mendapat simpati masyarakat. Sebab, mereka tak banyak bicara, tapi banyak kerja. Karena itu, Mastawi mengaku salut dengan keseriusan TNI yang sigap dalam melaksanakan bhaktinya kepada masyarakat, dan itu bisa menjadi teladan bagi masyarakat. Hal yang sama diungkapkan Kepala Desa Banjar Timur, Saha. Menurutnya, masyarakat penerima bantuan rehab rumah tidak layak huni sangat mengakui kinerja TNI dalam merenovasi rumah. Kemanunggalan TNI bersama rakyat benar-benar nyata dan dirasakan betul oleh masyarakat. Karena itu Saha berharap, akan ada lagi kegiatan Bhakti TNI kepada masyarakat, meskipun dalam bentuk program lain. Misalnya saja pembuatan jalan umum di Desa, serta pembangunan infrastruktur lainnya. Pihaknya sangat setuju apabila program dari pemerintah pusat hingga daerah juga melibatkan TNI. "Bukannya bermaksud untuk menilai TNI layak untuk bekerja kasar, namun membaurnya TNI di masyarakat sangat diharapkan, karena benar-benar memberikan bukti nyata, serta memberikan kenyamanan dan kedamaian bagi masyarakat,†ungkapnya. Bahkan, kiprah TNI saat ini betul-betul mengingatkan kiprah TNI 20-30 tahun lalu, dimana keberadaan Babinsa (Bintara Pembina Desa) betul-betul sangat diharapkan masyarakat. Sebab, ketika terjadi konflik di tengah-tengah masyarakat, Babinsa bisa menjadi penengah, sekaligus sebagai figur yang disegani untuk menyelesaikan masalah. Bisa berbuat dan memberikan solusi dengan menghasilkan bukti, dan bukan hanya teori. ( Ren, Adjie )