News Room, Jumat ( 02/03 ) Dalam melaksanakan tugasnya sebagai Fasilitator Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perkotaan (PNPM-MP) diharapkan mampu terus meningkatkan kapasitas terhadap perubahan signifikan bagi masyarakat. Karena itu, fasilitator secara periodik terus melakukan kajian-kajian dan melakukan penyesuaian terhadap berbagai persoalan yang ada di masyarakat. Hal tersebut diungkapkan salah seorang Fasilitator Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) KMW IV Jawa Timur, Abdus Salam pada kegiatan Pelatihan Refresh dan KBIK “Rekontruksi Strategi Pendampingan Masyarakat” PNPM-MP bagi para Fasilitator se Madura yang dilaksanakan Korkot 25 Madura Raya – KMW IV Jatim di Aula Dinas PU. Cipta Karya Kabupaten Sumenep, Jum’at (02/03). Diharapkan, nantinya melalui pelatihan-pelatihan seperti itu, dapat merefresh bagaimana adanya dinamika yang sering terjadi di masyarakat harus dilakukan secara kontektualitas dan bukan hanya dipahami secara tekstualnya saja. “Sebenarnya ini merupakan rutinitas yang dilakukan para fasilitator dalam membahas bersama untuk melakukan strategi, untuk menyaring isu kritis yang perlu menjadi perhatian untuk melakukan perubahan di masyarakat,”ungkapnya. Sebab, PNPM hadir untuk melakukan perubahan yang signifikan agar masyarakat bisa mandiri, namun justeru yang terjadi masih ada gejala semakin banyak persoalan khususnya pada pos sosial. Oleh karena itu, perlu memperkuat konsolidasi pada pos sosialnya, yakni dengan menjadikan konflik menjadi dinamisator dan tidak malah menjadi pembunuh kreatifitas masyarakat. “Karena itu dalam pelatihan ini ada sesion Management Tim yang perlu selalu di Refresh, karena terkadang dalam pendampingan terkadang kurang tercover dengan baik memang terkadangkerepotan emmbagi waktu dan teknis yang harus diselesaikan,”tambahnya. ( Ren, Esha )