Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 28-09-2011
  • 831 Kali

Komisi B DPRD Lirik Prospek Usaha Kopra Di Sumenep

News Room, Rabu ( 28/09 ) Prospek cerah usaha kopra yang akhir-akhir ini berkembang di Sumenep, rupanya dilirik Komisi B DPRD Sumenep, karena sangat berpotensi untuk terus dikembangkan di Sumenep. Salah satu perusahaan yang selama ini banyak menghasilkan kopra hingga mengekspor keluar negeri, yakni PT. Indosura yang berada di Desa Marengan Daya Kecamatan Kota. Salah seorang anggota Komisi B DPRD Sumenep, Hj. Endang Sri Rahayu, SE kepada News Room, Rabu (28/09) di kantornya mengungkapkan, setelah melakukan kunjungan ke PT. Indosura, pihaknya sangat tertarik dengan pengembangan usaha kopra yang ternyata sangat menjanjikan. “Berdasarkan keterangan pengusaha yang ternyata datang dari Kabupaten Kudus, setiap bulannya bisa menghasilkan 30 ton. Bahkan, seringkali kekurangan stok untuk permintaan dari perusahaan yang selama ini menjadi pemasok.”jelas politisi Partai Golkar ini. Menurutnya, prospek yang menjanjikan tersebut harus menjadi perhatian dari Dinas terkait seperti Disperindag, Dishutbun Sumenep serta Dinas lainnya yang terkait dengan peningkatan ekonomi industri di Sumenep ini. Misalnya, Disperindag bisa menfasilitasi para pengusaha kopra di Sumenep untuk mengembangkan usahanya, sementara Dishutbun Sumenep bisa mengembangkan penangkaran pohon kelapa di Sumenep. Sebab, disisi lain ditengah mahalnya harga kelapa dengan potensinya, masih banyak kendala hama yang menyerang pohon kelapa. Dijelaskan, berdasarkan potensi kopra dari bahan buah kelapa yang dikeringkan ini, ada dua jenis. Yakni jenis kopra putih yang merupakan kopra hasil produksi yang baik untuk bahan kosmetyik, sedangkan kopra asalan merupakan hasil kopra yang rusak biasanya untuk bahan pembuatan minyak dan sebagainya. Berdasarkan harganya kopra putih memiliki harga Rp. 6.000,00 sampai dengan 7.500,00 setiap 1 kilogramnya. Sedangkan kopra asalan hanya sekitar Rp. 4.500,00 setiap kilogramnya. Peluang ekspor PT. Indosura sendiri yang memiliki 6 titik tempat pengeringan di Sumenep, diantaranya ke Philipina, India, Pakistan dan beberapa negara importir lainnya. “Dengan, upaya pengembangan kelapa dengan hasil kopranya di Sumenep, diharapkan nantinya, Sumenep bisa menjadi kota penghasil Kopra terbaik tidak hanya di Madura, namun secara nasional disamping Nusa Tenggara.”pungkasnya. ( Ren, Esha )