News Room, Senin ( 19/11 ) Kegiatan pendataan buta aksara di Kabupaten Sumenep tahun 2012 yang akan dilakukan kembali oleh Badan Pusat Statistik (PBS) Kabupaten Sumenep, mendapat tanggapan dari Komisi D DPRD Sumenep. Ketua Komis D DPRD Sumenep, H. Subaidi, SE, MM kepada News Room mengungkapkan, sebagai komisi yang membidangi pendidikan, pihaknya berharap kegiatan pendataan buta aksara betul-betul dilakukan dengan lebih baik dari sebelumnya, dan hasilnya harus betul-betul mendekati kebenaran. “Apalagi sebelumnya juga sempat menjadi sorotan, baik di Fraksi-fraksi maupun Komisi-komisi di DPRD Sumenep. terkait dengan tingginya angka buta aksara di Sumenep,”ujarnya. Menurutnya, para petugas yang melakukan pendataan harus betul-betul turun ke lapangan, dan jangan seperti sebelumnya, yang hanya duduk dan menerima laporan diatas meja, sehingga hasil pendataan tidak falid, dana perlu dilakukan pendataan lagi. Meskipun Komisi D tidak terlibat secara teknis, namun pihaknya akan melakukan pengawasan. Salah satunya dengan melakukan pengawasan secara acak di sejumlah lembaga yang melaksanakan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) program buta aksara maupun langsung ke masyarakat. “Yang jelas, kami akan mengawasi kegiatan pendataan buta aksara yang dilaksanakan melalui dana APBD Kabupaten Sumenep itu, agar betul-betul menghasilkan data yang benar,”pungkasnya. Sementara itu, sebelumnya Kepala BPS Sumenep, Dra. Hj. Endang Sulastri mengaku akan menekankan kepada para petugas untuk betul-betul turun ke lapangan. Bahkan, pihaknya juga mempersiapkan petugas secara berlapis, mulai dari koordinator hingga petugas yang turun ke Desa-desa. Pendataan tuna aksara kali ini tetap dilakukan sesuai standar BPS terhadap hampir 47.000 jiwa buta aksara yang tersebar di 15 Kecamatan dataran dan kepulauan. Jumlah petugas pendataan dibantu mitra petugas BPS yang ada di Desa dengan total sebanyak 121 orang. ( Ren, Esha )