Sumenep Kominfo News Room : Komisi D DPRD Jatim mendesak pemerintah propinsi untuk menyelesaikan pembangunan proyek Jembatan Surabaya-Madura (Suramadu) dengan tepat waktu. Karena, jembatan ini penting sebagai akses perekonomian masyarakat. Menurut Wakil Ketua Komisi D, Jamal Abdullah Alkatiri, saat ditemui di kantornya, Surabaya, Selasa (03/07) mengatakan, pembangunan Jembatan Suramadu harus selesai tepat waktu, karena dapat meningkatkan perekonomian masyarakat yang selama ini terpuruk akibat kenaikan BBM. Desakan ini dilatarbelakangi pengajuan anggaran Pemprop Jatim pada tahun 2007 dari Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) sebesar Rp. 1 triliun lebih. Jika nantinya anggaran ini turun, maka tidak ada alasan lagi bagi pemprop untuk menyelesaikan pembangunan Suramadu sesuai targetnya tahun 2008. Dari Rp. 1 triliun itu diperinci, Rp. 405.114.815.000 untuk pembangunan bentang tengah. Sedangkan sisi Surabaya, Rp. 268.866.955.000, untuk sisi Madura, Rp. 295.265.300.000, dan untuk teknik pembangunan Rp. 32.481.027.000. Sebelumnya telah diberitakan, pembangunan Jembatan Suramadu pada sisi Madura, tahun ini konsentrasi menyelesaikan pemasangan pilar. Dari total keseluruhan 45 pilar di sisi Madura, pilar yang sudah terpasang 33 buah. Dan 12 pilar selanjutnya tahun ini akan diselesaikan. Sedangkan dari 45 bentang di sisi Madura, yang sudah terpasang 16 buah dan 12 bentang sisanya tahun ini akan diselesaikan. Setelah pilar-pilar selesai terpasang, tahun 2008 pengerjaan tinggal konsentrasi pada pengecoran pada median jembatan. Tahun ini, pengerjaan pembangunan jalan akses di sisi Madura juga akan mulai dikerjakan dengan anggaran Rp. 25 miliar. Pengerjaan jembatan sisi Surabaya saat ini tinggal merampungkan pengecoran dan memasang balok girder. Jumlah balok yang sudah terpasang 80 buah dari total 281 buah. Setiap bentang terdapat 16 buah. Balok yang belum terpasang tahun ini juga harus selesai dipasang. Dari total panjang jembatan sisi Surabaya 1,6 km, tahun 2006 sudah digarap 700 m. Sisa sepanjang 900 m ditargetkan selesai tahun ini. “Saya yakin jika proyek ini dikerjakan dengan serius pasti akan selesai sesuai target,†ujarnya. Selama ini pengerjaan Jembatan Suramadu terkesan lambat, karena proyek ini membutuhkan dana yang cukup besar meskipun dananya juga diambilkan dari APBN. Sedangkan, pemerintah pusat sendiri juga memiliki mega proyek lainnya yaitu Jalur Lintas Selatan (JLS) yang juga membutuhkan dana besar. Lambatnya pembangunan mega proyek tersebut menurut Jamal, juga dipengaruhi konsentrasi pemerintah yang harus membiayai beberapa mega proyek yang harus diselesaikan hampir bersamaan. Selain Jembatan Suramadu, Jamal meminta agar pembangunan JLS bisa diselesaikan secepatnya. Pasalnya, jalur ini merupakan jalur perekonomian rakyat. Dan juga diajukan anggaran DIPA 2007 sebesar Rp. 146 miliar. (JNR,Ong )