Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 15-07-2010
  • 290 Kali

Komisi-Komisi DPRD Sumenep Sampaikan Realisasi APBD 2009

News Room, Kamis ( 15/07 ) Sisi pendapatan APBD 2009 yang dikelola Satuan Unit Kerja (Satker) konterpart Komisi A DPRD Sumenep terealiasi sebesar Rp. 1.049.000.000,00 atau 69 persen dari target sebesar Rp. 1.515.000.000,00. Untuk total belanja langsung dari semua Satker mitra kerja Komisi A yang targetnya sebesar Rp. 57.570.000.000,00, terealisasi sebesar 62 persen, atau Rp. 49 milyar lebih. Hal itu diungkapkan juru bicara Komisi A DPRD Sumenep, Mohammad Ali, saat Sidang Paripurna Laporan Komisi-komisi DPRD Sumenep, Kamis (15/07) di Gedung DPRD setempat. Mohammad Ali mengatakan, rendahnya penyerapan realisasi anggaran pada sejumlah Satker konterpart Komisi A, bisa menghambat pembangunan, sehingga pihaknya berharap Satker harus mampu menjalankan anggaran dengan baik, tepat waktu dan tepat sasaran. Sementara Komisi B melalui juru bicaranya Sukarnaedi menyatakan, dari 10 Satker mitra kerja Komisi B hanya 8 instansi yang memberikan kontribusi penerimaan daerah yakni, DPPKA, Dinas Koperasi UKM, Disperta, Dishutbun, DKP, Disbudparpora, Disperindag dan Dinas Peternakan. Total pendapatan konterpart Komisi B mencapai Rp. 798.755.000.000,00, sedangkan targetnya sebesar Rp. 243.480.000.000,00. Sukarnaedi berharap Satker tersebut melakukan penelitian dan analisa secara cermat terhadap perencanaan program yang dimasukkan dalam APBD, serta tidak terjebak pada rutinitas anggaran. Sedangkan Komisi C melalui juru bicaranya Ahmad Kurdi mengungkapkan, sisi pendapatan yang menjadi tanggung jawab 5 mitra kerja Komisi C melampaui target dari yang ditetapkan sebesar Rp. 1.431.000.000,00 menjadi Rp. 1.757.000.000,00, dan untuk belanja langsung terdapat sisa anggaran sebesar Rp. 15 milyar, karena dari alokasi dana yang tersedia sebesar Rp. 14.553.000.000,00, terealisasi sebesar Rp. 128 milyar lebih. Ahmad Kurdi menambahkan, Eksekutif melakukan upaya hukum bagi pelaku penambangan liar, pengrusakan hutan, dan terumbu karang, jika langkah persuasif tidak berhasil. Bahkan mengundang investor dan melakukan survey terhadap harga tanah, guna pembebasan lahan Lapangan Terbang Trunojoyo yang sampai saat ini masih terkendala pembebasan tanahnya. Sementara juru bicara Komisi D DPRD Sumenep, Rahman Saham menegaskan, sisi pendapatan konterpart Komisi D teralisasi sebesar Rp. 12.984.000.000,00 dan targetnya ditetapkan sebesar Rp. 15.500.000.000,00, sedangkan sisi belanja dari target sebesar Rp. 435 milyar, terealisasi sebesar Rp. 424 milyar. Pihaknya meminta Satker konterpart Komisi D hendaknya tepat sasaran dan terealisasi secara maksimal, namun harus diimbangi dengan Peningkatan Asli Daerah (PAD) dari masing-masing SKPD. ( Yasik, Esha )