Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 27-07-2005
  • 760 Kali

KOMITE SEKOLAH HARUS MAMPU MENAMPUNG ASPIRASI MASYARAKAT

Sumenep-Infokom News Room : Dewan Pendidikan Sumenep (DPS) menilai bahwa penarikan biaya bagi siswa baru itu akibat pencairan dana kompesasi BBM dari pemerintah tidak sesuai tahun ajaran baru 2005-2006. Pasalnya, pihak sekolah utamanya sekolah swasta, mengkhawatirkan pihaknya tidak akan menerima subsidi kompesasi BBM tersebut. Demikian ditegaskan Ketua Dewan Pendidikan Sumenep, KH. Ilyasi Siradj, SH, M.Ag terkait maraknya penarikan biaya bagi PSB di setiap sekolah. Selain itu sekolah masih melakukan penarikan biaya PSB itu disebabkan pihak sekolah khawatir meski pihaknya menerima kompensasi BBM, namun bantuan itu tidak memenuhi kebutuhan sekolah. Hanya saja tegas KH. Ilyasi Siradj, meski Surat Edaran Gubernur Jawa Timur masih menuai kendala, karena tidak sepenuhnya dilaksanakan, akan tetapi keinginan pemerintah untuk bebas biaya pendidkan dapat ditangkap oleh sekolah, buktinya, Komite Sekolah dan sekolah dalam penarikan biaya tidak terlalu besar. Sehingga keinginan pemerintah untuk memberikan kesempatan bagi masyarakat miskin untuk menempah ilmu di sekolah yang berkwalitas dapat terpenuhi, bahkan himbuan Gubernur itu mulai disikapi oleh sekolah swasta dengan mengeluarkan seruan untuk membebaskan biaya SPP. Guna menyikapi adanya penarikan biaya siswa baru itu, DPS berharap Komite Sekolah sebagai denyut nadi sekolah itu, tidak hanya mementingkan perkembangan sekolah saja, melainkan mampu menampung aspirasi, baik itu keluhan dan masukan dari masyarakat dan orang tua siswa, sehingga dalam penyusunan RAPBS itu benar-benar bermanfaat bagi siswa dan sekolah, bahkan DPS meminta dengan diberlakukannya otonomi pendidikan, kapitalisme pendidikan tidak diberlakukan dimasing-masing sekolah. KH. Ilyasi Siradj mengemukakan, pihaknya juga berharap Dinas Pendidikan untuk tetap melakukan pengawasan terhadap jalannya dunia pendidikan, apalagi dengan semangat bebas biaya pendidikan ini, Dinas Pendidikan lebih mengawal anak-anak yang kurang mampu agar dapat menempuh pendidikan yang lebih baik dan layak bagi mereka. ( Yasik, Esha )