Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 28-05-2013
  • 594 Kali

Komitmen Pemerintah, Tumbuhkan Kewirausahaan

News Room, Rabu ( 29/05 ) Penyelenggaraan acara “Temu Interaktif Pengembangan SDM KUKM“, sebagai implementasi Gerakan Kewirausahaan Nasional yang telah dicanangkan oleh Presiden RI pada tahun 2012, dimana komitmen pemerintah, salah satunya adalah penumbuhan kewirausahaan, selain dalam rangka koordinasi program Kementerian Koperasi dan UKM Cq. Deputi SDM dengan Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Sumenep. Melalui kegiatan tersebut, sangat baik untuk gerakan Koperasi dan UKM khususnya wilayah Kabupaten Sumenep, agar bisa melangkah maju membangun bangsa dengan meningkatkan kualitas SDM dan daya saing SDM KUKM. Dan mampu memberikan sumber inspirasi dan motivasi kepada masyarakat bisnis dan profesional lainnya. Asisten Deputi Bidang Pemberdayaan Sumberdaya Manusia Kementerian Koperasi dan UKM, Anang Rahman, ST,MM pada “Temu Interaktif Pengembangan SDM KUKM“di Hotel Utami Sumekar Sumenep, Rabu (29/05) menegaskan tentang penumbuhan dan pengembangan kewirausahaan di Indonesia, dengan melihat latar belakang persoalan, diantaranya tingkat pengangguran yang cukup memprihatinkan saat ini berkisar di 6,13 persen, minat generasi muda untuk menjadi wirausaha dari perguruan tinggi 6,4 persen, sedangkan SLTA 22,4 persen. Kemudian, tingkat kelulusan setiap tahun sarjana sebanyak 300.000 orang, sedangkan SLTA 2,5 juta orang dimana khusus SLTA 80 persen tidak melanjutkan pendidikan. Kemudian potensi jumlah pemuda cukup besar hampir 30 persen dari jumlah penduduk, serta jumlah wirausaha saat ini baru 1,65 persen, idealnya sebesar 2 persen. Sementara Amerika Serikat itu 11,5 persen, Jepang 11 persen, China 10 persen, Singapura 7 persen, Malaysia 3 persen. Ditambah diberlakukannya masyarakat ekonomi ASEAN per-tanggal 31 Desember 2015 khususnya adanya liberalisasi sektor jasa. “Yang paling krusial, dan membutuhkan perhatian lebih adalah dengan ditanda tanganinya komitmen bersama tentang pemberlakuan masyarakat ekonomi ASEAN (MEA) pada tanggal 31 Desember 2015, yang salah satu unsur utamanya adalah perdagangan bebas,”terangnya. Disamping itu salah satu ancaman besar lainnya adalah dibidang sumber daya manusia, menurut Anang, yakni liberalisasi sektor jasa, sementara ini ASEAN membatasi liberalisasi sektor jasa baru pada level spesialis, menejer dan direktur. Namun pada waktunya nanti penetrasi terhadap tenaga kerja dari luar mau tidak mau akan terjadi, padahal angka pengangguran di dalam negeri sendiri masih sangat tinggi. Jadi, perlu menumbuhkan semangat dan jiwa kewirausahaan dikalangan masyarakat, mendorong para masyarakat untuk percaya diri, selalu ingin maju, mampu melihat peluang dan segera memanfaatkannya, selalu ingin berprestasi, kreatif, inovatif, mandiri, pantang menyerah dan berani mengambil resiko. Lebih lanjut menurut Anang, jumlah koperasi Indonesia sebanyak 192.443 unit pada tahun 2012. Sedangkan jumlah usaha mikro, kecil dan menengah saat ini sebanyak 55.211.396 unit atau sekitar 99,99 persen dari jumlah pelaku usaha yang beroperasi di Indonesia. Bagian terbesar pelaku usaha ini adalah usaha mikro yaitu 54,559 juta unit atau 98,82 persen, sisanya adalah usaha kecil 1,09 persen dan menengah sebanyak 0,08 persen. Pada kenyataannya dalam perekonomian nasional, UMKM telah mampu memberikan kontribusi sebesar 55,6 persen pada pembentukan Produk Domestik Bruto (PDB), menyerap tenaga kerja 101.722 juta orang, atau 97,24 persen tenaga kerja yang ada dan memberi sumbangan terhadap investasi senilai Rp. 640,4 trilyun atau 52,9 persen pertumbuhan investasi dalam negeri. “Secara ideal pelaku UMKM tersebut akan lebih baik dikembangkan sebagai bentuk kewirausahaan, karena pada dasarnya kewirausahaan adalah semangat berusaha yang menjadikan kreativitas dan inovasi sebagai dasar, sehingga usaha yang dijalankan akan menghasilkan produk yang bernilai tambah tinggi, berdaya saing dan berkesinambungan,”tambahnya. ( Jhon, Esha )