News Room, Senin ( 16/03 ) Konferensi III Majelis Wilayah Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Giligenting berlangsung di Aula MI An-Nibros I Desa Galis Kecamatan setempat, Minggu (15/03, untuk memilih kepengurusan baru periode 2015-2020, setelah kepengurusan MWC NU periode 2009-2014 dinyatakan demisioner.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh seluruh pengurus Ranting sebanyak 4 Desa di Kecamatan Giligenting.
Rois Syuriah MWC NU Kecamatan Giligenting, periode 2009-2014, KH. Suhdi Salim, dalam sambutannya mengatakan, pihaknya berterima kasih kepada Pengurus Cabang NU Sumenep, karena telah hadir untuk memenuhi undangan pelaksanaan Konferensi III MWC NU di Kecamatan Giligenting tahun 2015.
Dijelaskan, Konferensi MWC NU Kecamatan Giligenting perlu segera dilaksanakan, agar kegiatan-kegiatan yang berjalan atau yang masih menjadi Pekerjaan Rumah (PR) pada program kepengurusan sebelumnya, bisa terlaksana pada kepengurusan yang baru di periode 2015-2020. Dengan harapan akan lebih maju, dan mengutamakan kepentingan ummat, khususnya yang ada di Kecamatan Giligenting.
Sementara itu menurut Pengurus Cabang NU Sumenep, K. A. Dardiri, M.Pd.I, menjadi pengurus NU yang betul-betul mencurahkan segenap tenaga, pikiran, bahkan harta, dan ikhlas, tidak mempunyai kepentingan apapun, adalah sesuatu yang sangat sulit. Menjadi seorang pengurus NU hanya berharap barokah dari yang Ghaib, keikhlasan dan meluangkan waktunya untuk NU, bisa mengemban tugas yang amanah akan memperoleh gaji di akhirat nanti.
Mengutip kata-kata Gus Mus, bahwa tanda-tanda orang gila adalah orang yang menjadi pengurus NU, ada SK tapi tidak digaji. Untuk itu kalau berbicara masalah keikhlasan mungkin di NU.
Diharapkan, siapapun yang terpilih akan mengemban amanah dan lebih baik lagi kedepannya, salah satu kekuatan NU bisa berjalan harus menggerakkan pengurus di tingkat NU Ranting.
Pada tahap pencalonan, baik pencalonan Ketua Rois Syuriah dan Ketua Tanfidziyah MWC NU Kecamatan Giligenting periode 2015-2020.
Ketua Rois Syuriyah, KH. Suhdi Salim, terpilih kembali secara aklamasi dengan memperoleh dukungan 25 suara, unggul dariKH. Baidawi, dengan dukungan 6 suara, KH. Abdullah 2 suara, dan K. Mansyur 1 suara. Dengan total suara 34.
Sementara pada tahap pencalonan pemilihan Ketua Tanfidziyah, KH. Abdullah, S.Ag. M.Si mendapatkan 25 suara, K. Mahfud 3 suara. K. Idris, 1 suara. K. Yahya, 2 suara. K. Mansyur 1 suara. Ustadz Kamil 1 suara, abstain 1 suara. Total 34 suara.
Dengan hasil tersebut, maka KH. Abdullah, S.Ag. M.Si untuk periode 2015-2020 terpilih kembali. ( Rahman, Fer )