News Room, Sabtu ( 15/03 ) Masih minimnya penggunaan jasa konsultan Sumenep dibandingkan dengan konsultan luar daerah, dalam perencanaan pelaksanaan proyek pembangunan di Kabupaten Sumenep, membuat para konsultan Sumenep mengabil sikap, dengan membentuk Forum Komunikasi Konsultan di Sumenep (Fokkus) Koordinator Fokkus Sumenep, Achmad Novel, SH. M.Hum mengatakan, Fokkus itu terpaksa dibentuk, untuk menata jati diri konsultan yang ada di Sumenep. Sebab, selama ini konsultan yang ada tidak pernah mendapat perhatian khusus dari Satuan Unit Kerja. â€Jika ada proyek dalam suatu instansi dengan nilai di atas ratusan juta rupiah, yang digunakan selalu jasa konsultan dari luar Sumenep, tapi jika proyek dibawah 10 juta malah menggunakan jasa konsultan Sumenep, berarti itu sebuah ketimpangan yang sangat fatalâ€, ujarnya. Novel menuturkan, berdasarkan informasi yang diterimanya, bahwa selama ini minimnya penggunaan jasa konsultan Sumenep, disebabkan karena konsultan yang ada masih dinilai kurang profesional. Namun, itu tidak benar, karena konsultan yang ada di Sumenep sudah terlatih dan terdidik. “Saya yakin konsultan di Sumenep jauh lebih mampu dari prediksi yang dilakukan oleh masing-masing instansi, untuk melakukan perencanaan pembangunan di Kabupaten Sumenep†tegasnya. Karena itu, pihaknya dalam waktu dekat akan melakukan koordinasi dengan Komisi C DPRD Sumenep dan instansi terkait, guna membicarakan keberadaan konsultan di Sumenep, agar lebih diperdayakan. Sebab, dana alokasi umum (DAU) yang ada, dikhususkan untuk mensejahterakan masyarakat Sumenep, bukan masyarakat luar Kabupaten Sumenep. ( Nita, Esha, Soek )