Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 25-12-2008
  • 563 Kali

Korban Di Rawat Intensif, Polisi Baru Periksa 2 Orang Saksi

News Room, Kamis ( 25/12 ) Korban ambruknya rumah kontrol MB atau jembatan bergerak di Pelabuhan Kalianget, yang terjepit beton bangunan hingga saat ini masih dirawat intensif di Rumah Sakit Islam (RSI) Kalianget. Korban yang mengalami patah tulang pada lengan kiri dan luka-luka disekujur tubuhnya, Wawan (31) warga Desa/Kecamatan Kalianget, masih berbaring lemas. Sedangkan korban lainnya, Baisuni (29) warga Kalianget Timur yang mengalami luka memar di bagian dada akibat benturan beton mulai membaik. Salah seorang petugas medis RSI Kalianget, Irawati mengatakan, korban dermaga ambruk itu kondisinya mulai membaik. Hanya saja perlu perawatan intensif, selain patah tulang dan luka-luka juga kelihatan trauma. “Keduanya harus mendapat perawatan intensif, hanya saja untuk korban Baisuni keadaannya sudah membaik,”kata Irawati pada wartawan di kamar perawatan Nomor 2 RSI Kalianget, Sumenep, Kamis (25/12). Sementara, Kapolsek Kalianget, AKP Wachid Arifaini, menuturkan, pihaknya baru bisa memeriksa 2 orang saksi, yang juga ikut bekerja dilokasi kejadian tersebut. “Untuk korban dan pelaksanan proyek belum bisa dimintai keterangan, karena terbentur dengan hari libur. Insya Allah, besok kami akan panggil pelaksana proyek dan juga memintai keterangan dari korban di RSI Kalianget,”terangnya. Ia menjelaskan, berdasarkan keterangan yang diberikan 2 orang saksi itu, bahwa sebelum rumah kontrol MB ambruk, 2 orang korban yang merupakan pekerja proyek tersebut, bakal memasang penguat jembatan yang diatasnya berdiri rumah kontrol MB itu. “Sebelum penyangga atau penguat jembatan itu mau diganti, mestinya harus dipasangi dulu penyangga pengganti. Mungkin, korban teledor langsung mengganti penguat tanpa diberi penyangga lagi. Ya, karena tidak kuat menahan beban yang cukup berat, akhirnya ambruk,”ujarnya. Arifaini menegaskan, jika mengacu kepada keterangan yang diberikan 2 orang saksi itu, bisa dipastikan ambruknya rumah kontrol MB tersebut, memang murni kesalahan pekerja proyek. “Tapi, untuk kejelasannya masih menunggu pemeriksaan selanjutnya, baik dari pelaksana proyek dan 2 orang korban,”pungkasnya menambahkan. ( Nita, Esha )