Sumenep-Infokom News Room : Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), per 1 Oktober lalu, ternyata mampu mempengaruhi laju inflasi. Terbukti, berdasarkan data yang diberikan Biro Pusat Statistik (BPS) Sumenep, laju inflasi untuk bulan Nopember 2005 di Kabupaten Sumenep, sebesar 0,98 prosen. Sedangkan, inflasi komulatif sejak Januari hingga Nopember 2005, mencapai 13,90 prosen. Demikian diungkapkan Kasi Distribusi BPS Sumenep, Kadarisman, SE ketika ditemui News Room di ruang kerjanya, Rabu (07/12). Kadarisman menuturkan, inflasi komulatif itu, ternyata masih lebih rendah dibandingkan dengan angka perolehan inflasi Jawa Timur, yang mencapai 15,54 prosen, dan angka Nasional sebesar 17,17 prosen. Lebih lanjut Kadarisman menerangkan, kenaikan inflasi di bulan Nopember kemarin, datang dari sumbangan 7 (tujuh) kelompok barang dan jasa, yang mengalami kenaikan harga, yakni untuk bahan makanan sebesar 1,40 prosen, makanan jadi, minuman dan rokok, kenaikannya mencapai 0,38 prosen, perumahan sebesar 0,90 prosen, untuk kelompok sandang mencapai 1,72 persen dan kelompok kesehatan sebesar 0,77 prosen. Sedangkan, untuk pendidikan, rekreasi dan olah raga juga mengalami kenaikan sebesar 1,62 prosen, kemudian transpotasi juga berpengaruh, yakni sebesar 0,29 prosen. Karena itu, Kadarisman memprediksi, inflasi untuk bulan Desember 2005 diperkirakan akan stabil, yaitu dibawah angka satu seperti biasanya. ( Nita, Im )