Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 25-03-2014
  • 533 Kali

Lakukan Penanaman Pohon Di Hari Air Se Dunia 2014

News Room, Selasa ( 25/03 ) Sungai Batuan merupakan sungai yang sudah tua dan merupakan sungai bersejarah di Kabupaten Sumenep. Bahkan, ada sekitar 63 hektar sawah diairi sungai Batuan, yang sudah ada sejak jaman raja-raja dahulu, sehingga saat ini perlu terus dilestarikan, serta bisa menjadi penopang bagi ketersediaan air dan kebutuhan hidup manusia. Bupati Sumenep, KH. A. Busyro Karim, M.Si ini pada kegiatan menanam pohon untuk konservasi sumberdaya air dalam rangka Hari Air Sedunia, Selasa (25/03) di Sungai Batuan mengungkapkan, jika air merupakan hal yang terpisahkan dalam kehidupan ini, selain logam, kayu, api, tanah, namun air merupakan kebutuhan yang dominan bagi ketersediaan air dan kebutuhan hidup manusia. “Karena itu, yang perlu kita lakukan bagaimana sumber air tidak sampai hilang dengan menjaga dan menanam pohon, agar ketersediaan air tetap ada,”ungkapnya. Bahkan, di Kabupaten Sumenep sendiri tak pernah lepas dari persoalan air. Mulai dari persoalan masalah alih fungsi lahan, ketidak seimbangan ketersedian air untuk kebutuhan manusia, kurangnya sepadan sungai dan saluran, ekosistem, serta potensi konflik air ditengah masyarakat. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Sumenep terus berupaya untuk melakukan konservasi sumber daya air dengan melakukan penanaman bibit pohon. Dan saat ini melaksanakan konservasi di 10 sumber air di Kabupaten Sumenep yang salah satunya di Sungai Batuan. Sementara Kepala Dinas PU Pengairan Kabupaten Sumenep, Ir. Heri Susanto, MT mengungkapkan, dalam rangka Hari Air Sedunia tahun 2014, pihaknya melaksanakan konservasi air di 10 sungai di Sumenep secara bertahap, dan dimulai di Sungai Batuan, dengan melibatkan masyarakat sekitar. Dengan kegiatan konservasi air diharapkan dapat mengendalikan pemanfaatan sumber air, perlidungan sumber air yang ada hubunganya dengan pembanguan, dan memanfaatkan dan mempertahankan air untuk masyarakat sekitar. “Saat ini, dengan membersihkan sumber air sungai dan semak belukar, pemasangan batu kosong di tanggul yang rusak, serta melakukan penanaman 40 bibit pohon secara simbolis,”jelasnya. ( Ren, Esha )