News Room, Rabu ( 27/02 ) Untuk menekan angka penderita demam berdarah yang terus menyerang warga Sumenep, maka Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep bekerjasama dengan BNI Cabang Sumenep melalui program BNI Peduli, mengambil langkah dengan melakukan pengasapan ( fogging ) di lokasi lembaga pendidikan, mulai dari taman kanak-kanak (TK) hingga Sekolah Menengah Umum (SMU). Dalam pengasapan tersebut, Dinas Kesehatan merencanakan akan melakukan fogging kepada 38 lembaga pendidikan. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep, dr. Susianto mengatakan, fogging itu terpaksa dilakukan di lembaga pendidikan, karena sudah terdapat pasien DBD dari kalangan siswa. Namun setelah dilakukan pengecekan langsung ke rumah korban, ternyata tidak ditemukan adanya nyamuk Aedes Aegypty, sehingga pihaknya berinisiatif memberikan fogging di sekolah-sekolah, karena diperkirakan nyamuk tersebut bersarang di sekitar lokasi lembaga pendidikan. Untuk fogging di tingkat SMA baru dilakukan mulai dari Rabu pagi (27/02) yang diawali dengan melakukan fogging di SMA Negeri 1 Sumenep, kemudian akan dilanjutkan ke sekolah-sekolah lainnya. Sementara itu, Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Sumenep, Nursaid Sani mengakui, bahwa siswanya adayang terkena demam berdarah, sehingga pihaknya berterima kasih kepada Dinas Kesehatan bersama BNI Cabang Sumenep yang berkenan melakukan pengasapan di lembaga yang dipimpinnya tersebut. ( Nita, Soek )