Sumenep-Kominfo News Room : Ratusan masyarakat pelanggan listrik Desa Sapeken mendatangi UPTD PLN Sapaken, Jum’at siang (04/05), reaksi masyarakat menggelar aksi demo itu sebagai bentuk kekecewaan atas sikap dingin PLN yang tidak segera menangani kerusakan mesin yang berakibat listrik padam selama 1 minggu. Anggota dewan asal kepulauan, Badrul Aini mengatakan, pelayanan PLN Sapeken selama ini tidak pernah memuaskan masyarakat pelanggan, terutama pemasangan kilometer yang belum tuntas, padahal masyarakat telah membayar biaya pemasangan jaringan lisrik. Selain itu masyarakat harus membayar iuran pajak penerangan jalan yang nilainya 10 prosen dari total rekening, namun sampai hari ini tidak satupun alat penerangan jalan yang terpasang dipinggir jalan. Badrul Aini menuturkan, kekecewaan masyarakat Sapeken terhadap pelayanan PLN semakin memuncak setelah aliran listrik padam selama 1 minggu, semestinya jika alasan pemadaman listrik akibat kerusakan mesin, PLN segera mencari alternatif dan memperbaiki mesin yang rusak. Sementara itu Kepala UPTD PLN Sapeken, Rukmono menerangkan, saat ini masih menunggu perbaikan kerusakan mesin seperti kipas dan bereng dari Pamekasan dan pihaknya tidak mungkin menghidupkan listrik tersebut sebelum alat itu selesai, karena mesin yang rusak merupakan mesin utama yang memilki kekuatan 200 kilo watt. Sejatinya, lanjut Rukmono, untuk pemadaman listrik atas kesepakatan dengan masyarakat dan terkait dengan pemadaman tersebut, pihaknya telah melayangkan surat pemberitahuan kepada Muspika setempat. Sementara itu PLN di Sapeken memiliki 4 mesin, diantaranya 3 mesin mempunyai kekuatan 80 kilo watt dan 1 mesin 200 kilo watt, sedangkan masyarakat pelanggan listrik mencapai 830 orang. ( Yasik, Esha )