News Room, Sabtu ( 24/08 ) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sumenep, bertindak cepat mengatasi tersendatnya pendistribusian logistik Pemilu Gubernur/Wakil Gubernur (Pilgub) Jawa Timur, ke kepulauan Masalembu. Direncanakan, pengiriman losgistik Pilgub Jatim ke Masalembu, Sumenep, akan melalui jalur udara dengan memakai helikopter. Sebenarnya, pengiriman logistik ke Masalembu itu, dijadwalkan Sabtu (24/08) ini, melalui Kapal Perintis KM Sabuk Nusantara 27. Namun, karena cuaca ekstrem ketinggian gelombang di perairan Masalembu mencapai 3 meter lebih, akhirnya kapal gagal berangkat, dan 67 kotak suara berisi logistik Pilgub Jatim balik "kucing" ke gudang KPU Sumenep. Ketua KPU Sumenep, Thoha Shamadi, ST, MH menjelaskan, kendala pendistribusian logistik pilgub ke Masalembu yang harus ditunda, sudah disampaikan pada KPU Provinsi Jatim dengan berkirim surat, sambil memberikan solusi satu-satunya bahwa pengiriman logistik melalui helikopter, karena cuaca buruk. "Helikopter ini menjadi satu-satunya opsi yang harus dipilih, kalau ingin logistik Pilgub Jatim tiba tepat waktu di Masalembu,"tandasnya. Menurut Thoha, awalnya pihaknya menyiapkan tiga solusi mengatasi pendistribusian logistik ke Masalembu. Diantaranya menyewa kapal perang TNI-AL dan memakai helikopter. "Kami merasa opsi pertama dengan menyewa kapal perang TNI-AL waktunya tidak nutut. Butuh waktu panjang, dari Surabaya harus ke Kalianget dulu, baru berangkat ke Masalembu. Makanya, kami memilih opsi kedua, dengan mengirim logistik Pilgub Jatim ke Masalembu memakai Helikopter,"terangnya. Jika solusi yang ditawarkan nantinya tidak terealisasi, Thoha memastikan, 21.710 pemilih di Kecamatan/Pulau Masalembu terancam tidak bisa menyalurkan hak suaranya di Pilgub Jatim 29 Agustus 2013 nanti. "Diharapkan pengiriman logistik ke Masalembu dilakukan paling lambat Senin (26/08) besok, menggunakan helikopter, karena setelah tiba di kecamatan, masih harus didistribusikan ke desa-desa yang ada pulau-pulau kecil. Dan, hari Rabu, dipastikan semua TPS di kepulauan sudah siap untuk melaksanakan Pilgub,"tukasnya. Ia menambahkan, pengiriman logistik menggunakan helikopter tidak hanya dibutuhkan untuk Masalembu, namun juga untuk Desa-desa di pulau terpencil yang tidak mungkin dilayari perahu kecil dalam kondisi ombak besar seperti saat ini. "Misalnya di Pulau Sakala, Kecamatan Sapeken, kemudiaan Pulau Goa-goa, Kecamatan Raas. Sekarang ini, sudah tidak ada satupun perahu yang berani berlayar, karena ketinggian ombak di atas 3 meter,"ungkapnya. ( Nita, Esha )