Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 27-03-2008
  • 698 Kali

Lubang Biopori Bantu Resapan Air Tanah

News Room, Kamis ( 27/03 ) Menurut Prof. Dr. Mien A. Rifa’ie, mantan Sekjen Dewan Riset Nasional asal Kecamatan Gapura Sumenep, konsumsi air di Indonesia idealnya 80 liter per-orang dalam per-harinya. Sementara untuk wilayah Madura, ketersediaan air hanya 7 liter per-orang dalam per-hari. Berbekal pengetahuan itu, Taman Sains “Ghai’ Bintang” Sumenep, mengajak sekitar 150 siswa, mulai TK hingga SMP dalam Workshop Lubang Resapan Biopori (LRB). Workshop pengetahuan alam ini dilaksanakan Kamis pagi (27/03), di Taman Adipura Kota Sumenep. Pengasuh Taman Sains Ghai’ Bintang, Januar Herwanto mengatakan, Kegiatan ini dilaksanakan agar para siswa bisa secara langsung mengetahui apa sebenarnya Lubang Resapan Biopori. Sekaligus memanfaatkan Taman Adipura atau Taman Bunga sebagai lokasi wisata pengetahuan alam. Januar menjelaskan, Biopori adalah liang atau terowongan kecil di dalam tanah yang terbentuk akibat berbagai aktivitas fauna tanah, seperti cacing tanah dan perakaran tanaman. Biopori yang terbentuk akan terisi udara, dan akan menjadi tempat lewatnya air di dalam tanah yang akhirnya memperlancar peresapan air ke dalam tanah. “Secara teknis, lubang resapan biopori adalah lubang silindris yang dibuat ke dalam tanah dengan diameter 10 cm, dengan kedalaman 100 cm. Lubang tersebut kemudian diisi dengan sampah organik untuk mendorong terbentuknya biopori”, kata Januar Sementara itu, Anggota Komisi D DPRD Sumenep, Bahrus Surur, saat hadir meninjau kegiatan tersebut mengatakan, di tengah musibah bencana yang kerap menimpa lingkungan kita, maka pelatihan ini sangat bermanfaat bagi para siswa dan masyarakat umumnya. Selain lebih mengenal lingkungannya, seyogyanya pula lingkungan tersebut dilestarikan, yaitu dengan cara mempelajari teknologi pelestarian lingkungan. “Pendidikan lingkungan tidak hanya dimulai dengan kebersihan lingkungan sekolah saja. Tapi pengenalan teknologi lingkungan seperti teknologi penyerapan air secara alamiah ini bagus sekali diterapkan pada siswa,” tegas Bahrus. Suasana semakin aktif terlihat, ketika para guru dan siswanya bersinergi memperagakan “Bor LRB” yang digunakan sebagai alat gali lubang Biopori. Setelah menerima penjelasan pembimbing Taman Ghai’ Bintang, dibantu oleh Komunitas Pencinta Alam STKIP-PGRI Sumenep Mayapada, Guru dan Murid saling berbagi pengetahuan tentang Bor dan Lubang Resapan Biopori. Sebagai peserta Workshop, Taman Sains Ghai’ Bintang mengundang TK Ya-Bunayya dan TK Suryalaya, SDN Pajagalan I dan Karangduak II, SMPN 6, SMP Plus Miftahul Ulum Terate, dan SMPN 1 Pasongsongan. “Workshop ini sangat membantu kami dalam penerapan pembelajaran IPA di sekolah. Terutama tentang pemanfaatan sampah organik, dan teknologi serapan air,” tutur Edi Budiono, salah satu staf pengajar SDN Pajagalan I. ( Adjie, Soek )