Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 17-06-2013
  • 562 Kali

Mahasiswa Sumenep Bakar Ban Demo Tolak Kenaikan BBM

News Room, Senin ( 17/06 ) Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Laksamuda (Lingkar Study Angkatan Muda ) Sumenep, Senin (17/06) pagi, berunjuk rasa di depan gedung DPRD Sumenep, menolak kenaikan harga BBM. Para mahasiswa berorasi sambil membentangkan poster berisi kecaman terhadap rencana pemerintah tersebut, diantaranya bertuliskan “Tolak Kenaikan harga BBM”. Sambil berorasi, mahasiswa memblokir Jalan Trunojoyo depan gedung DPRD yang merupakan jalan protokol di Sumenep. Bahkan, mereka membakar ban bekas, sebagai simbol menolak kenaikan harga BBM. Korlap aksi, Imam Arifin menuturkan, rencana pemerintah menaikkan harga BBM tidak tepat, karena justru akan makin menyengsarakan masyarakat khususnya kalangan bawah. “Kita ketahui, kalau harga BBM naik secara otomatis akan diikuti oleh kenaikan harga kebutuhan pokok utamanya sembako. BBM ini merupakan kebutuhan. Apa jadinya usaha kecil dan menengah kalau BBM naik. Semua akan gulung tikar. Rakyat akan menjerit,”tandasnya. Menurutnya, kebijakan pemerintah dengan memberlakukan adanya program BLSM (Bantuan Langsung Sementara Masyarakat) sebagai kompensasi kenaikan harga BBM, hanya pengalihan isu saja. “Secara tegas kami menolak BLSM. Jangan bodohi rakyat. BLSM tidak akan menyelesaikan masalah. Tidak akan mengurangi jumlah masyarakat miskin. Justru berpotensi menimbulkan persoalan baru di tengah masyarakat,”terangnya. Ia meminta agar para wakil rakyat satu kata dengan mahasiswa, untuk menolak kenaikan harga BBM. “Anggota dewan harus ikut memperjuangkan suara rakyat. Tolak kenaikan harga BBM,”ungkapnya. Setelah puas berorasi, para mahasiswa berangsur-angsur membubarkan diri dengan tertib, sambil mengancam akan melakukan demo lanjutan dengan massa yang lebih besar. ( Nita, Esha )