Sumenep-Kominfo News Room : Penjaringan Rektor Universitas Wiraraja (Unija) Sumenep ditingkat mahasiswa, yang akan dilaksanakan Sabtu 26 Agustus 2006 nanti, nampaknya mendapat sorotan tajam dari Pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unija. Menurut Presiden Mahasiswa BEM Unija, Ach. Wahid, pelaksanaan penjaringan Rektor tingkat mahasiswa itu harus dilakukan secara terbuka. Artinya, hasil suara yang diperoleh dari mahasiswa tersebut, harus betul-betul dijadikan pedoman para Senat untuk mengajukan Rektor yang akan bersaing nanti, mengingat kandidat Rektor yang masuk saat ini sudah berjumlah 4 orang, yakni Dr. Ir. Ida Ekawati, MP, Drs. H. Sachlan Effendi, M.Si, Drs. Sutrisno, dan Drs. H. Hasan Mudhari, MM. Sehingga, hal itu masih memungkinkan masuknya beberapa kandidat lagi. Abd. Wahid menandaskan, apabila hasil suara di tingkat mahasiswa tidak bisa dijadikan pedoman dalam penjaringan berikutnya, maka BEM Unija bersama mahasiswa lainnya, akan memboikot penjaringan Rektor tersebut. Bahkan, pihaknya akan melakukan aksi turun jalan. Karena itu, pihaknya meminta kepada Ketua Yayasan Wiraraja, Drs. H. Kurniadi Wijadja, M.Si sebagai penentu kebijakan pemilihan Rektor, agar memperhatikan suara dari mahasiswa, selain suara dari Senat. Sementara itu, Ketua Yayasan Wiraraja, Drs. H. Kurniadi Wijaya, M.Si menolak permintaan dari Presma BEM Unija itu, yang meminta agar suara dari mahasiswa diperhatikan. Karena, menurut H. Kurniadi, dalam penjaringan maupun pemilihan Rektor Unija nanti, mahasiswa memang tidak mendapat porsi untuk ikut andil didalamnya. Karena hal itu sesuai dengan aturan yang ada. Ia juga menerangkan, apabila mahasiswa menginginkan terlibat dalam pemilihan Rektor, maka mahasiswa terlebih dahulu harus bisa merubah Undang-Undang Pemilihan Rektor. H. Kurniadi menjelaskan, sebetulnya dalam pemilihan Rektor tersebut, dirinya tidak bisa menentukan siapa yang akan dijadikan Rektor. Sebagai Ketua Yayasan, dirinya hanya berhak memberikan pengesahan terhadap kandidat yang diajukan oleh Senat. Artinya, penetapan Rektor tersebut, berada di tangan Senat. Karena itu, pihaknya meminta kepada para Senat, agar pemilihan Rektor itu dilakukan secara terbuka, sehingga tidak terjadi anggapan negatif. Bahkan, ia berharap kepada Rektor terpilih nanti, bisa memajukan Unija kedepan lebih baik. ( Nita, Esha )