Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 26-07-2008
  • 494 Kali

Mahasiswa Unija Sumenep Bentrok Dalam Kongres

News Room, Sabtu ( 26/07 ) Pemilihan pimpinan dan kepengurusan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Wiraraja (Unija) Sumenep, memicu bentrok antar mahasiswa dalam satu universitas Jalan Raya Sumenep-Pamekasan, Sabtu pagi (26/07). Bentrok antar mahasiswa ini terjadi, karena pemilihan pimpinan BEM dinilai tidak prosedural dan menolak pemilihan pengurus BEM dengan sistem perwakilan. Bentrok terjadi sebelum pimpinan sidang membuka kongres. Sebab, sebagian mahasiswa yang hadir dilarang masuk jika tidak mendapatkan undangan dari panitia. Namun, mahasiswa yang pro pemilihan langsung memaksa masuk dan berusaha menggagalkan kongres. Setelah terjadi perdebatan panjang, pro pemilihan langsung akhirnya berhasil menerobos pintu masuk. Mereka menggelar aksi pancang poster dan spanduk di dalam ruangan, yang berisikan kecaman terhadap rektor dan panitia kongres. Bahkan, mahasiswa juga melakukan orasi dan menolak kongres serta mempertanyakan keabsahan dasar pelaksanaan kongres. Saat itulah terjadi aksi banting kursi dan saling pukul antar mahasiswa pro pemilihan langsung dengan panitia. Untung saja para petinggi mahasiswa di Unija berusaha menenangkan emosi mahasiswa, sehingga bentrok berlangsung singkat. Korlap Aksi Aliansi Mahasiswa Unija Sumenep, Moh. Hariri mengatakan, penolakan terhadap kongres sudah layak dilakukan, karena semua mahasiswa menginginkan pemilihan Ketua BEM dan pengurusnya dilakukan secara langsung dan bukan dengan cara perwakilan. "Kami menolak pemilihan Ketua BEM dengan sistem perwakilan," terangnya Pelaksanaan kongres tidak berdasar. Padahal, untuk melangsungkan kongres harus melalui proses panjang dan butuh waktu untuk mengkomunikasikan ribuan mahasiswa. "Apa kepentingan panitia kongres, kok moro-moro menggelar kongres hanya dengan dasar persetujuan Rektor. Padahal, untuk menentukan maju tidaknya kampus itu berada ditangan mahasiswa,"ujarnya. Sementara itu, Sekretaris Panitia Kongres Mahasiswa Unija Sumenep, Kholisodin mengaku hanya pelaksana dari rekomendasi Dewan Legislatif Mahasiswa (LDM) yang sudah disetujui pihak Rektor. "Saya hanya pelaksana dari kongres mahasiswa ini, sesuai dengan rekomendasi LDM dan persetujuan Rektor,"paparnya. Dasar pelaksanaan kongres, kata dia, BEM yang ada selama ini sudah tidak aktif. Hampir 2 tahun tidak ada kegiatan, sehingga kongres mahasiswa sifatnya mendesak dilakukan. "Pemilihan Ketua BEM dengan cara perwakilan kan tidak salah. Ini juga bagian dari demokrasi,"tegasnya. ( Nita, Esha )