Media Center, Selasa ( 31/10 ) Pemerintah Kabupaten Sumenep, menggelar upacara hari jadinya yang ke 748, tepat pada Selasa (31/10) yang pelaksanaannya dipusatkan di halaman Kantor Bupati Jalan Dr Cipto Kabupaten Sumenep. Berbeda dengan pelaksanaan upacara pada biasanya, Pemerintah Kabupaten Sumenep menggelar upacara tersebut menggunakan bahasa Madura, mulai pembawa acara, aba-aba komandan upacara, sambutan Bupati hingga pembacaan doa.
Bahkan pakaian yang dikenakan oleh seluruh elemen yang hadir dalam acara tersebut mulai dari Bupati, undangan hingga peserta upacara khususnya Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumenep, menggunakan pakaian adat bangsawan Keraton Sumenep.
Dalam sambutannya selaku Inspektur Upacara Bupati Sumenep, Dr. KH. A Busyro Karim, M.Si mengatakan, peringatan Hari Jadi ke 748 Kabupaten Sumenep menjadi momentum seluruh masyarakat tetap mengobarkan semangat memajukan Sumenep menjadi lebih baik.
Dengan semangat gotong-royong, keterbukaan pada perubahan serta inovasi dari lembaga pemerintah dan masyarakat, swasta dan seluruh elemen masyarakat, tetap menjaga persaudaraan serta saling bahu-membahu mensukseskan cita-cita memajukan Kabupaten Sumenep.
“Saya mengapresiasi dan berterima kasih kepada segenap pihak, yang bahu-membahu mensukseskan cita-cita pembangunan di Kabupaten Sumenep untuk melapangkan jalan-jalan kemajuan Kabupaten Sumenep”kata Bupati.
Bupati menyatakan, saat ini, pemerintah daerah mengahadapi tantangan untuk menghidupkan optimisme masyarakat dengan terus mengobarkan semangat gotong-royong, keterbukaan pada perubahan serta berinovasi baik di lembaga pemerintahan maupun masyarakat.
Di era Kompetisi saat ini, setiap daerah berlomba-lomba meningkatkan inovasi daerahnya agar tidak ketinggalan langkah, termasuk Kabupaten Sumenep yang terus melakukan ikhtiar dan perubahan di segala bidang.
“Salah satu capaian keberhasilan terbesar Pemerintah Kabupaten Sumenep yakni beroperasinya Bandara Trunojoyo sebagai bandara komersial, yang melayani rute Sumenep - Surabaya dan sebaliknya setiap hari, sehingga semakin banyak masyarakat luar Sumenep yang berkunjung ke Sumenep sebagai tujuan wisata dunia untuk mendukung program Visit Sumenep 2018.”tegasnya.
Bupati menambahkan, berdasarkan data di Badan Pusat Statistik (BPS) terdapat berbagai peningkatan dari sisi Indeks Pembangunan Manusia, harapan sekolah, angka harapan hidup, bahkan angka kemiskinan sudah mengalami penurunan dari tahun sebelumnya.
Menurut Bupati Sumenep, indeks pembangunan manusia Kabupaten Sumenep meningkat dari 62,38 poin di tahun 2015 menjadi 63,42 poin di tahun 2016, angka kemiskinan turun dari 20,2 persen menjadi 20,09 persen dari 216 ribu 840 orang menjadi 216 ribu 140 orang dalam setahun. Begitu juga angka harapan sekolah juga meningkat dari 12,41 tahun menjadi 12,73 tahun. sedangkan angka harapan hidup meningkat dari 70,42 tahun menjadi 70,56 tahun. ( Yasik, Gun )