Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 03-08-2012
  • 529 Kali

Makna Kejujuran Dan Keikhlasan Dalam Bulan Ramadhan

News Room, Jumat ( 03/08 ) Berbeda dengan suasana pada acara Siraman Rohani Ramadhan minggu pertama, pada kegiatan siraman rohani minggu kedua Ramadhan 1433 Hijriyah yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Sumenep, Jumat (03/08) di Gedung KORPRI Sumenep, diwarnai humor sekaligus renungan dalam memaknai kejujuran dan keikhlasan di bulan penuh berkah ini. Sebagai renungan, Bupati mencontohkan begitu gigih dan kejujuran dari seorang kakek petani yang tidak mau mengakui barang yang bukan miliknya meskipun barang yang ditunjukkan oleh malaikat yang menyamar sebagai manusia, sama dengan barang yang hilang miliknya. Sedangkan yang kedua humor sedap diberikan Bupati, ketika diharapkan pada seorang wanita cantik yang ditanyakan adalah istrinya, sang kakek langsung mengakui, meskipun kenyataannya bukan istrinya, namun, tokoh astis kontroversial yang ada di Indonesia. “Yang pertama merupakan renungan Ramadhan tentang sebuah kejujuran bagi kita, sedangkan yang kedua merupakan humor Ramadhan.”ujarnya yang diiringi tepuk tangan Jama ah Pengajian dari unsur Forpimda Sumenep, PNS, TNI, Polri, BUMN dan BUMD di Kabupaten Sumenep. Dijelaskan Bupati Sumenep yang juga pengasuh Popes Al-Karimiyah Braji ini, berkaitan dengan hubungannya dengan Pemerintahan Kabupaten Sumenep ini, tidak bisa dibangun hanya dengan humor dan rumor apapun. Namun, harus rasional dengan data yang benar, dalam memulai pembangunan untuk Kabupaten Sumenep kedepan. Sementara itu hadir sebagai penceramah, Prof. Dr. KH. Imam Mawardi yang memberikan tausiyah, agar kita perbanyak mengaji Al-Quran, sebagai penyejuk hati agar terhindar dari kepahitan hidup di dunia maupun di akherat. “Karena sebenarnya kebahagiaan tidak bisa diukur dengan harta yang dimiliki, pangkat dan jabatan serta kemewahan hidup,”ujarnya. Ada resep yang diberikan penceramah yang dikenal kocak ini, yakni 3 resep untuk mencapai ketentraman hati, yakni Ridho atau menerima, cinta dan baik kepada orang lain serta memberikan peninggalan positif, seperti halnya ilmu yang bermanfaat, anak sholeh serta amal jariyah. ( Ren, Esha )