News Room, Sabtu ( 11/05 ) Untuk menghindari membludaknya masyarakat yang justeru menggunakan Surat Pernyataan Miskin (SPM) untuk mendapatkan pelayanan kesehatan, Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep menghimbau masyarakat yang memiliki kartu Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) maunpun Kartu Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) betul-betul menggunakan kartu tersebut sesuai harapan program. Sebab, pada tahun 2012 lalu, masyarakat pemilik kartu Jamkesmas maupun Jamkesda justeru banyak menggunakan SPM untuk mendapat pelayanan kesehatan, khususnya di Puskesmas-puskesmas, sehingga menjadikan pasien SPM membludak, dan kartu Jamkesmas tidak banyak dipergunakan. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep, dr. Anugerah Riska Rahadi, M.Kes kepada News Room menjelaskan, beberapa faktor yang membuat masyarakat lebih memilih mengurus SPM, karena memang tidak mendapatkan kartu Jamkesmas atau tidak mengetahui penggunaan kartu tersebut, sehingga mengurus SPM lagi. Bahkan, bisa jadi ada yang sengaja memanfaatkan kartu Jamkesmas untuk kepentingan oknum bibawah, sehingga terkadang justeru digunakan oleh orang lain dengan mengatas namakan pemegang kartu Jamkesmas tersebut. “Melihat realita yang ada, justeru masyarakat banyak yang memilih mengurus SPM ke Desa dan Kecamatan, meskipun sudah memiliki kartu Jamkesmas, sehingga petugas tidak bisa berbuat banyak untuk tidak melayani pasien tersebut,”ujarnya. Untuk itu, dr. Rizka berharap masyarakat betul-betul memanfaatkan program pemerintah untuk memberikan kemudahan dalam membantu masyarakat dibidang kesehatan. Serta anggaran dan program yang dikucurkan dari APBD hingga daerah tidak sia-sia dan mendapat pelayanan kesehatan dengan mudah. Bahkan, Pemerintah Kabupaten Sumenep di tahun 2013 ini juga sudah menganggarkan dana untuk pelayanan Jamkesda di Puskesmas sebesar Rp. 3 milyar, di Rumah Sakit sebesar Rp. 12,5 milyar, serta untuk rujukan dan PMI sebesar Rp. 3 milyar. “Yang jelas, pelayanan Jamkesmas dan Jamkesda tetap mendapat pelayanan yang sama, namun diharapkan pasien menggunakan obat yang memang disediakan, dan tidak menuntut obat lain diluar Jamkesmas, sehingga terkadang menjadi persoaaln di kemudian hari,”tambahnya. ( Ren, Esha )