News Room, Jum’at ( 03/07 ) Memasuki masa terakhir kampanye, Kabupaten Sumenep mulai diributkan dengan adanya kampanye hitam yang menyudutkan isteri Calon Wakil Presiden, Boediono. Selebaran yang berjudul 'Apa PKS Tidak Tahu Isteri Boediono Katholik?' menyebar wilayah Kabupaten Sumenep. Alhasil, kader Partai Keadilan Sejehtera (PKS) Sumenep menyatakan kecewa dengan merebaknya selebaran yang bernuansa fitnah tersebut. Ketua DPD PKS Kabupaten Sumenep, Moh. Riyadi mengatakan, seharusnya itu tidak dilakukan, karena selebaran yang isinya mengkafirkan seseorang sangat tidak dibenarkan dalam ajaran Islam. Sebab, yang mengkafirkan orang berarti yang bersangkutan tergolong orang-orang kafir. â€ÂSelebaran itu justru bukanlah pembelajaran politik yang benar, melainkan mengkotori politik saja. Saya yakin, penyebar selebaran itu orang yang sengaja ingin merusak demokrasi dan mengancam persatuan umat,â€Âterangnya. Moh. Riyadi meminta kepada partai politik (Parpol) lainnya, supaya bersaing secara sehat, sehingga masyarakat bisa dibekali dengan ilmu politik yang baik. â€ÂKami juga berharap pada Panwaslu Sumenep, untuk melakukan pengusutan terhadap penyebar selebaran tersebut,â€Âungkapnya. Sementara, anggota Panwaslu Kabupaten Sumenep, Ach. Rifa'ie mengatakan, akan melakukan pengawasan dan penyelidikan, siapa pelaku penyebar kampanye yang bernuansa kampanye hitam tersebut. â€ÂSaat ini, kami masih melakukan penyelidikan. Dan, kalau nanti berhasil ditemukan siapa yang menyebarkan selebaran itu, tentunya akan diproses dan akan dilimpahkan pada polisi, karena tindakan itu merupakan tindak pidana,â€Âtegasnya. Rifa’ie berharap kepada seluruh parpol di Kabupaten Sumenep, supaya bisa memanfaatkan masa kampanye ini dengan baik, tanpa harus melakukan kampanye hitam. ( Nita, Esha )