News Room, Sabtu ( 31/05 ) Pemberian bantuan langsung tunai (BLT) bagi masyarakat miskin sebagai konpensasi kenaikan harga BBM oleh Pemerintah, meski ada beberapa Kepala Desa dan Kepala Daerah di berbagai daerah menolak dengan alasan beragam, namun bagi Kades Juruan Laok Kecamatan Batuputih, Ashbari tetap mengharapkan. Sebab BLT yang diberikan tahun 2005 lalu itu ternyata sedikit mengurangi beban masyarakat yang selama ini hidup prihatin di Desanya. Meskipun hampir separuh dari warga miskin yang ada di Desanya tidak ter-cover sebagai penerima BLT. Dari sekitar 500 orang masyarakat yang masuk kategori miskin, ada sekitar 300 orang yang menerima BLT pada tahun 2005 lalu, untuk tahun ini menurut Ashbari pihaknya masih belum mengetahui jumlahnya. Namun yang jelas Ashbari mengaku tidak akan terlalu ikut campur secara teknis terkait pencairan BLT, karena sudah ada petugas dan prosedurnya masing-masing. Sedangkan aparat Desa yang memberikan data apabila diperluakan oleh para petugas yang mendata, selebihnya tergantung kebijakan pusat. Sebab apabila terlalu ikut campur, bahkan ada Kepala Desa yang melakukan intervensi mengkoordinir penerima BLT, melakukan pungutan dan sebagainya, Kepala Desa akan menjadi sasaran ketika ada permasalahan nantinya. Diakui Ashbari, jika dirinya terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar bersabar dan tidak melakukan tindakan yang anarkis dan sebagainya apabila dalam pelaksanaan pencairan BLT ternyata mereka tidak ter-cover. Dan tidak mudah terprovokasi oleh orang-orang yang terkadang memanas-manasi warga dengan menyalahkan aparat Desa dan sebagainya. Sehingga terkadang melakukan tindakan yang melanggar hukum hanya karena isu yang tidak bertanggung jawab. Apalagi lanjut Ashbari, masyarakat di Desanya selama ini khususnya yang miskin sudah terbiasa dan sabar dalam menghadapi kesulitan hidup, namun hanya gara-gara kecemburuan sosial karena tidak kebagian BLT malah menjadi beringas dan sebagainya. ( Ren, Esha )