News Room, Senin ( 19/08 ) Sesosok mayat tanpa identitas, ditemukan tewas bersimbah darah disebuah selokan di Dusun Batu Bintang, Desa Batuputih Daya, Kecamatan Batuputih, pada Senin (19/08) pagi. Mayat Mr X yang didiga tewas akibat dianiaya itu ditemukan sekitar pukul 05.00 Wib, oleh Mat Jella (60), warga sekitar kejadian, ketika hendak berangkat ke rumah tetangganya yang mengadakan akad nikah. Saat itu, posisi mayat tergelatak diselokan yang dikeliling pohon semak. Kondisi disekujur tubuh korban dipenuhi dengan luka parah. Mat Jella mengaku kaget ketika melihat orang tergeletak tanpa nyawa diselokan itu. Sehinggga dirinya langsung berteriak minta tolong dan warga pun berbondong-bondong mendatangi lokasi. “Karena takut, saya tidak langsung menolong tapi memberitahukan tetangga sambil berteriak kalau ada mayat didalam selokan. Akhirnya banyak warga yang mendatangi lokasi,”terangnya. Dia menambahkan, orang yang tewas itu berpakaian koko berwarna coklat, songkok warna hitam dan sarung. Saat ditemukan, mayat itu tergelatak ke arah utara dengan posisi miring. “Tidak ada yang berani menyentuh mayat tanpa identitas itu. Makanya saya langsung lapor ke Polsek Batu Putih,”ungkapnya. Sementara, Kapolsek Batuputih, Iptu Moh.Fandi, membenarkan jika ada penemuan mayat namun identitasnya tidak diketahui. Sebab, setelah menerima laporan dari warga pihaknya langsung terjun ke lokasi penemuan mayat tersebut. “Sekujur tubuh mayat itu memang dipenuhi luka parah dan memar diantaranya dibagian dagu. Diduga pembunuhan itu dilakukan lebih dari satu orang,”pungkasnya. Fandi menegaskan, saat ini pihaknya masih menyebarkan informasi penemuan mayat itu keseluruh pelosok di Kabupaten Sumenep, bahkan ke Polres tetangga. Karena, disekitar ditemukannya mayat itu tidak ada warga yang mengenalinya. “Kami akan terus menyelidiki motif pembunuhan dan akan secepatnya mencari identitas korban tersebut,”tandasnya. Untuk sementara waktu, mayat Mr X berada dikamar mayat RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, sambil menunggu kabar dari sanak keluarganya. Namun jika sampai tiga hari masih belum ada yang mengakui korban, maka mayat itu akan segera disemayamkan dipemakaman yang telah disediakan oleh Pemerintah Sumenep. ( Nita, Esha )