Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 04-02-2019
  • 733 Kali

Melalui Sejumlah Lembaga, Pemkab Perkuat Nilai Kebangsaan

Media Center, Senin ( 04/01 ) Pemerintah Kabupaten Sumenep terus melakukan berbagai upaya dalam memperkuat bangunan kebangsaan, demi tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Wakil Bupati Sumenep, Achmad Fauzi, SH, mengatakan, Pemerintah Daerah secara konsisten dan berkelanjutan melakukan koordinasi dengan semua pihak, baik itu Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, dan tokoh masyarakat dalam menyelesaikan berbagai persoalan kebangsaan.

“Kami (Pemkab Sumenep) juga berkomunikasi untuk memaksimalkan peran lembaga-lembaga formal dan informal di Kabupaten Sumenep, seperti perguruan tinggi, masjid, musholla dan pesantren,” kata Wakil Bupati pada Pembukaan Sarasehan Kebangsaan di Aula As-Syarqawi, Pondok Pesantren Annuqayah Kecamatan Guluk-guluk, Senin (04/02/2019).

Ia berharap, melalui lembaga formal dan informal yang ada di Kabupaten Sumenep untuk mempersempit gerakan-gerakan yang ingin meruntuhkan NKRI, mengingat jumlah lembaga itu sangat banyak, terutama masjid, musholla, dan pesantren.

“Kabupaten Sumenep memiliki delapan perguruan tinggi, seribu seratus enam puluh dua masjid, seribu empat ratus empat puluh lima musholla, dan tiga ratus tiga puluh empat pesantren, tentu saja melalui lembaga itu, bisa membendung gerakan radikalisme yang ingin mengganti Pancasila dengan ideologi lain,” tutur pengusaha muda sukses ini.

Wakil Bupati menyampaikan, kerukunan dan toleransi ummat beragama di Kabupaten Sumenep sudah ada sejak dulu, buktinya di Desa Pabian, Kecamatan Kota Sumenep ada masjid, gereja, dan klenteng dengan posisi berhadap-hadapan.

“Meksipun tempat ibadah itu berdekatan satu sama lainnya, tidak merusak kerukunan ummat beragama, bahkan praktek keagamaan tetap harmonis dan damai selama ratusan tahun.

Ini menandakan, bahwa Kabupaten Sumenep sangat menghargai ke-Bhinneka-an dalam bingkai NKRI.

Sementara itu narasumber pada kesempatan itu adalah Prof. Dr. Mahfud MD, Penyair Celurit Emas, D. Zawawi Imron, Dr. KH. A. Malik Madani, MA, dan Prof. Dr. KH. Abdul A’la, M.Ag (mantan Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya) sekaligus salah satu pengasuh Pondok Pesantren Annuqayah.

Wakil Bupati mengungkapkan, pihaknya menyambut baik diselenggarakannya sarasehan kebangsaan saat ini, semoga menghasilkan benih-benih pemikiran yang substantif, konstruktif, dan mencerahkan yang bisa menjadi pedoman bagi masyarakat dalam menguatkan nilai kebangsaan di masa mendatang.

“Semoga kehadiran para narasumber, mampu memberikan pencerahan dan spirit kebangsaan bagi kita semua, guna tetap mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).” pungkas suami Nia Kurnia ini. ( Yasik, Esha )