News Room, Rabu ( 03/09 ) Bulan Suci Ramadhan yang merupakan bulan penuh barokah, ternyata dimanfaatkan oleh warga muslim, salah satunya dengan cara membaca Al-Quran. Namun, upaya untuk mendapatkan berkah, warga banyak mengaji di pesarean atau makam raja-raja Sumenep, tepatnya di Asta Tinggi, Desa Kebunagung, Kecamatan Kota Sumenep. Kegiatan membaca Al-Quran hingga hatam 30 juz itu dilakukan di dalam kubah tempat pemakaman raja-raja Sumenep. Raja-raja yang dikeramatkan warga antara lain, terdapat di areal bagian barat yakni Pangeran Panji Pulang Jiwa (Tertua) berada di kubah paling belakang. Sedangkan, Pangeran Jimad, Bindara Saod bersebelahan dengan istrinya RA. Tirtonegoro berada di kubah depan. Di areal bagian timur, juga terdapat makam raja Sumenep, yakni Panembahan Sumolo Hasiruddin (Putra Bindera Saod) yang mendirikan masjid Agung Sumenep sekitar tahun 1605 M, Sri Sultan Abdurrahman (yang menemukan makam Sayyid Yusuf di pulau Talango), Panembahan Notokusumo Moh. Saleh, Pangeran Paku Nataningrat, dan Prataming Kusumo. Kegiatan membaca Al-Quran di dalam kubah tersebut tidak hanya dilakukan warga muslim Sumenep, tapi juga dilakukan peziarah dari Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur. Ia sengaja datang pada bulan Ramadhan karena selain untuk tujuan ziarah juga untuk mendapatkan berkah Ramadhan. "Kami sengaja datang kesini pada bulan Ramadhan, selain ziarah juga ingin mendapatkan pahala pada bulan yang penuh ampunan (Ramadhan) ini, sambil membaca Al-Qur’an,"kata Moh. Saleh, salah seorang peziarah dari Wongsorejo, Banyuwangi, diareal sebelah barat Asta Tinggi, Sumenep, Rabu (03/09). Menurut salah seorang juru kunci atau penjaga Asta Tinggi, H. Abdul Latif, setiap kali masuk bulan Ramadhan tiba, pasti ada yang berziarah. Tujuannya, membaca Al-Quran hingga selesai 30 juz (menghatamkan). Sedangkan peziarah yang datang lalu pulang, kebanyakan sebelum Ramadhan. “Setiap hari, Asta Tinggi tidak pernah absen dari keramaian pengunjung. Selain dijadikan tempat wisata, juga tempat memunajat,â€Âkatanya. ( Nita, Esha )