Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 05-06-2017
  • 1570 Kali

Menelusuri Jejak Andriyana, Putri Dari Kerajaan Belanda

Media Center, Senin ( 05/06 ) Sebuah cungkup kecil di area Asta Tinggi Sumenep sejak dulu sempat menimbulkan banyak tanya. Namun hampir setiap tanya itu tidak bisa menghadirkan jawaban. Tak hanya itu cungkup kecil itu juga terlihat angker dan berwibawa. Namun akhir-akhir ini, tanda tanya seputar cungkup kecil itu sedikit terjawab. Ada sebuah papan nama kecil tertempel di dinding luarnya. "Nyai Andrina", dengan tambahan keterangan isteri Sultan Abdurrahman.

Belakangan, nama Nyai Andrina itu hampir dipastikan kurang tepat. Sebutan Nyai dan ejaan Andrina itu tidak sesuai dengan sosok yang dikubur di dalam cungkup tersebut.

"Nyai itu kan panggilan bagi isteri Kiai. Nah, ini isteri Raja, jadi kurang tepat. Meski tidak menutup kemungkinan memang banyak beberapa isteri Raja itu yg dipanggil Nyai, Bok, dan lain-lain. Tapi masalahnya ini terkait dengan kebangsaan, " kata R. B. Moh Muhlis, salah satu pemerhati sejarah di Sumenep pada media Center.

Ya, salah satu isteri Sultan Sumenep itu memang bukan asli pribumi, baik Sumenep, Madura, atau Jawa. Bahkan Beliau itu bukan orang Asia. "Beliau ini berkebangsaan Belanda. Bahkan salah satu Putri bangsawan kelas atas dari kerajaan Belanda, " kata Gus Muhlis.

Terkait ejaan, menurut Gus Muhlis semestinya yang benar ialah Andriyana, bukan Andrina. Keberadaan Andriyana ini konon, dahulu disembunyikan oleh Sultan Abdurrahman. Sehingga tak banyak yang tahu. Hingga kemudian beliau melahirkan seorang anak laki-laki yang bernama Raden Ario Joyowinoto (Haji Abdul Manam).

"Bahkan setelah wafat, banyak keluarga keraton yang menyamarkan keberadaan Andriyana, ada yang mengatakan sebagai dukun atau bidan, ada yang mengatakan inang pengasuh, " kata salah satu keturunan R. Ario Joyowinoto yang beribukan Andriyana itu.

Sayangnya, kini pasarean salah satu isteri Sultan Sumenep itu sudah mengalami perubahan dari aslinya. Kijingnya diganti baju keramik toko. Menurut salah satu keluarga keraton Sumenep, Fahrurrazi, pemugaran itu dilakukan salah satu kerabat keraton. "Ya, masih terhitung keturunan Andriyana juga, " ungkapnya. ( M. Farhan, Fer )