Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 24-08-2010
  • 766 Kali

Mengatasi Kemiskinan Perlu Komitmen Pemerintah

News Room, Selasa ( 24/08 ) Untuk mengatasi persoalan kemiskinan diperlukan sebuah komitment dan upaya yang harus dilakukan bersama-sama baik oleh pemerintah dan kelompok masyarakat peduli, sehingga nantinya diharapkan akan berhasil secara paripurna dan sesuai dengan apa yang diharapkan. Hal tersebut diungkapkan Asisten Ekonomi Pembangunan Sekretaris Daerah Kabupaten Sumenep, Ir. H. Djasmo, M.Si ketika membuka kegiatan Seminar dan Lokakarya (Semiloka) Review PNPM Mandiri Perkotaan/P2KP Kabupaten Sumenep di ruang Pertemuan Bappeda Kabupaten Sumenep, Selasa (23/08), yang diikuti para Koordinator BKM di Kelurahan dan Desa di Kecamatan Kota dan Kalianget. Menurut H. Djasmo, indikasi ketidak berhasilan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat salah satunya karena kurangnya dukungan masyarakat serta partisipasi antara pemerintah dan masyarakat tidak pernah ketemu, sehingga terkadang menjadi kendala dibawah, yang mengakibatkan program tersebut tidak sesuai yang diharapkan. “Karena itu perlu terus dilakukan pemahaman tentang program tersebut, sehingga terjadi persamaan persepsi, dan hasilnya dapat dipertanggung jawabkan,”ujar H. Djasmo. Sementara Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep, Ir. H. Soedarto, MM dalam paparannya mengungkapkan salah satu sasaran program PNPM Mandiri Perkotaan, yakni dengan pemberdayaan tridaya, diantaranya pemberdayaan manusia, pemberdayaan usaha dan pemberdayaan lingkungan. “Dengan tridaya tersebut, kemiskinan di masyarakat secara bertahap dapat terus diperkecil. Misalnya dari sangat miskin menjadi miskin, hampir miskin hingga akhirnya bisa berdaya,”ungkapnya. Karena itu terang H. Soedarto, angka kemiskinan di Kabupaten Sumenep yang saat ini di Jatim berada diperingkat 5 teratas, diharapkan melalui program penanggulangan kemiskinan perkotaan ini dapat semakin berkurang. Sebab, berdasarkan data yang ada, keluarga miskin di Sumenep mencapai 31,16 persen, yakni sekitar 145.000 keluarga miskin, yang tersebar hingga ke kepulauan. Dalam kegiatan semiloka tersebut juga hadir nara sumber, Farona Vinisia yang merupakan pendamping P2KP Lumajang, Pamekasan dan Sumenep, serta Edy Iwantoro sebagai Koordinator Kota 25 Madura PNPM Mandiri Perkotaan Kabupaten Sumenep, yang mendiskusikan berbagai persoalan yang dihadapi dalam pelaksanaan P2KP sejak digulirkan tahun 1999 hingga 2010 ini. ( Ren, Esha )