Sumenep-Kominfo News Room : Untuk mengentaskan kemiskinan, tidak harus dengan bekerja. Dengan mengembangkan potensi yang dimiliki, juga mampu mengatasi kemiskinan yang dialami oleh remaja. “Dengan mengembangkan potensi, para remaja akan lebih bersemangat untuk meraih apa yang dicita-citakannya. Selain itu, membuat remaja menjadi tidak minder dan tidak mudah putus asaâ€, ujar Dra. Ratna Eliyawati, Dosen Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus Surabaya, dalam peringatan Hari Remaja Internasional dengan tema ‘Tackling Poverty Together’ di Universitas Narotama Surabya, Sabtu kemarin (26/08). Hal senada juga disampaikan oleh Drs. Bagong Suyanto, M.Si, Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Airlangga Surabaya. “Mengentas kemiskinan bukan berati harus bekerja. Namun dengan membuat banyak pilihan dalam hidup dapat menjadikan remaja kita manusia berkualitasâ€, ujarnya. Untuk usia remaja, kata dia, memang belum selayaknya bekerja. Namun dengan membuat banyak pilihan hidup, menjadikannya punya banyak alternatif untuk mengatasi kemiskinan. Pada peringatan Hari Remaja Internasional yang diadakan oleh SeBAYA PKBI Jatim tahun ini menyoroti tentang permasalahan kemiskinan yang saat ini banyak dialami oleh remaja, yang menyebabkan minimnya penjangkauan akses baik akses kesehatan maupun pendidikan. Kata Bagong, meski mengalami kemiskinan jangan lantas membuat para remaja minder, malah dia seharusnya bisa memanfaatkan peluang yang ada dengan kreativitas yang dimilikinya. “Untuk mencari informasi kita tidak perlu mengeluarkan uang banyak, tapi kita bisa maksimalkan fasilitas perpustakaan yang ada di sekolah atau berteman dengan anak yang mempuanyai akses informasi lebih banyak. Dengan begitu, remaja mempunyai akses informasi yang luas dan tidak kalah dengan anak lainnya,†ujarnya. Bagong juga menekankan, remaja tidak boleh mengeluh, meski mereka mempunyai banyak kekurangan. Karena remaja mempunyai potensi yang tidak disadarinya. Dengan diadakannya acara ini, diharapkan muncul kesadaran bagi remaja untuk menunjukkan bahwa mereka memiliki potensi untuk terlibat dalam melakukan sesuatu perubahan di tengah kehidupan masyarakat, karena remaja adalah agen perubahan. ( JNR, Esha )