Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 23-03-2009
  • 462 Kali

Menggali Potensi Karya Anak Di Desa Cabbiye

News Room, Senin ( 23/03 ) Para siswa mulai dari SD,MI, SMP dan MTs yang ada di Desa Cabbiye Kecamatan Talango meluapkan potensi seni yang dimilikinya selama ini, melalui Lomba Cipta dan Baca Puisi yang digagas Mahasiswa STKIP PGRI Sumenep, selama melaksanakan KKN 2009 di Desa setempat. Sedikitnya sebanyak 73 anak dari berbagai lembaga sekolah negeri dan swasta yang ada di Desa Cabbiye tersebut, selama 3 hari berturut-turut mengguncang arena lomba di Balai Desa Cabbiye. Bahkan, disamping ramai oleh para peserta, rata-rata mereka juga membawa supporter dari sekolah masing-masing untuk memberikan applaus. Salah seorang peserta Lomba Cipta dan Baca Puisi, Fifin (12) mengaku sempat grogi, karena baru pertama kali tampil dimuka umum, sehingga dalam penampilannya hanya seperti membaca isi puisi tanpa penggalan bait dan sebgainya yang seharusnya dibaca dengan penuh haru. “Ya, ini baru pertama kali saya tampil, masih malu. Semoga akan ada lomba seperti itu lagi kapan-kapan, dan saya akan banyak belajar, siapa tahu bisa jadi penyair beneran kalau sudah besar,”ujar siswi salah satu MI di Desa Cabbiye ini polos. Sementara itu, Panitia Lomba Cipta dan Baca Puisi, yang juga Ketua Kelompok III KKN STKIP PGRI 2009 Desa Cabbiye, Widi Mahendra Putrana mengungkapkan, ternyata para siswa di Desa Cabbiye cukup memiliki bakat dan minat yang cukup besar dibidang seni dan budaya. Terbukti, disamping peminatnya cukup banyak, siswa lainnya juga ikut menyemarakkan lomba tersebut. “Kami berharap nantinya akan ada lembaga maupun organisasi lain yang ada di Desa Cabbiye maupun di tingkat Kecamatan Talango, bisa mengembangkan potensi tersebut dengan menggelar kegiatan lomba seperti itu,”ujar widi. Ditambahkan, kegiatan selama KKN memang lebih banyak mendekatkan pada kegiatan sosial masyarakat. Disamping kegiatan kerohanian, kesehatan, pendidikan, kemasyarakatan, bhakti sosial, juga menyelami kegiatan para nelayan yang banyak membudidaya rumput laut di seputar pantai Desa Cabbiye. Rupanya, potensi yang dimiliki Desa yang masih memiliki persaoalan terhadap air bersih ini, memiliki potensi usaha nelayan yang cukup bagus. Seba dari hasil rumput laut yang mereka geluti selama beberapa tahun ini dapat mencukupi kebutuhan mereka. Hanya saja, perlu adanya pelatihan pengembangan budidaya seara maksimal serta pemanfaatan hasil budidaya rumput laut dengan dilakukan pengolahan semacam home industri. Karena itu, Mahsiswa yang kebetuan memiliki pengetahuan membuat permen dari rumput laut sempat diuji coba waktu itu dan hasilnya cukup mendapat respon masyarakat setempat. Hanya saja, kedepan bagaimana pengelolaaan dan pengembangan home industri itu bisa dikembangkan masih membutuhkan kepedulian leading sektor yang ada. ( Ren, Esha )