Media Center, Kamis ( 13/07 ) Meskipun masih ada sekolah SMA/SMK di Kabupaten Sumenep yang belum memenuhi pagu dalam pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online tahun ini, Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Timur menegaskan tidak akan ada penerimaan PPDB online ke tiga, setelah sebelumnya ada toleransi untuk melaksanakan PPDB online ke dua.
Koordinator Pengawas Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Timur Wilayah Sumenep, Suyadi kepada wartawan, Kamis (13/07) mengakui, jika setelah diadakan PPDB online ke dua, memang masih ada sekolah yang belum memenuhi pagu, namun itu akan tetap dibiarkan kosong.
“Sebenarnya, kesalahan kekurangan pagu siswa disebabkan oleh kelalaian lembaga sekolah yang tidak menerapkan PPDB secara off line di sekolah,”ungkapnya.
Karena itu menurut Suyadi, bagi sekolah yang belum memenuhi pagu, disarankan untuk tetap menyesuaikan dengan kebutuhan kelas, namun mengurangi siswa dimasing-masing Rombongan Belajar (Rombel), sehingga jam tatap muka para tenaga pendidik juga tetap terpenuhi.
Diakui pula, jika Dinas Propinsi Jawa Timur juga berpesan, agar pelaksanaan PPDB online di semua lembaga sekolah, khususnya di Sumenep tidak merugikan peserta didik baru, utamanya yang berada dekat dengan lokasi sekolah.
“Pelaksanaan PPDB online tahun ini memang masih memiliki banyak kekurangan, namun pada tahun berikutnya akan dilakukan evaluasi dengan memperbaiki system, utamanya teknologi yang digunakan dengan konsultasi kepada para pakar IT,”tambahnya. ( Ren, Esha )