News Room, Selasa ( 12/07 ) Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, meminta pengelola SDN Totosan I, Kecamatan Batang-batang, tetap beraktivitas sebagaimana mestinya pada tahun ini. Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sumenep, H. Achmad Masuni, SE, MM Selasa (12/07) mengatakan, pihaknya memang menerima informasi dari pimpinan SDN Totosan I yang tidak menerima satu pun siswa baru pada proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ini. Namun, meskipun tidak ada siswa yang mendaftar pada PPDB tahun ini, pengelola SDN Totosan I tetap harus beraktivitas sebagaimana mestinya. ”Kalaupun tidak memiliki siswa kelas I, karena memang tidak ada calon siswa baru yang mendaftar pada PPDB tahun ini, tapi sekolah tersebut harus melakukan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) seperti biasa,"tegasnya. H. Achmad Masuni menyatakan, secara kelembagaan pihaknya memahami kondisi yang terjadi di SDN Totosan I yang tidak ada satu pun siswa baru yang mendaftar pada tahun ini. Karena itu, pihaknya sudah merencanakan untuk pembangunan sekolah tersebut pada tahun ini, sebab kondisi bangunan sekolahnya rusak, akibat diterjang angin puting beliung pada awal 2010 lalu. "Kami telah mengalokasikan dana pembangunan gedung SDN Totosan I pada tahun ini. Karena itu, kami berharap para guru di SDN Totosan I tetap mempunyai semangat untuk melaksanakan KBM bagi siswa yang sudah ada, yakni kelas II dan VI (49 siswa),"ungkapnya. Selain SDN Totosan I, kegiatan belajar mengajar bagi siswa di sejumlah SDN juga terganggu akibat sengketa lahan, di antaranya SDN Pagarbatu III Kecamatan Saronggi, dan SDN Torjek I Kecamatan Kangayan, Pulau Kangean. Akibat sengketa lahan tersebut, para siswa harus mengikuti kegiatan belajar mengajar di rumah warga, dan di gedung milik lembaga pendidikan swasta setempat. ( Yasik, Esha )