Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 02-11-2013
  • 630 Kali

Monumental, Prosesi Adipati Arya Wiraraja Diwarnai Tari Keris Kolosal

News Rooom, Sabtu ( 02/10 ) Tahun 2013 ini Pemerintah Kabupaten Sumenep memiliki tema besar yang terinsprirasi dari sebuah peninggalan masa lalu, saat ini diketahui hingga internasional, yakni sebagai pengrajin keris terbanyak di dunia yakni sebanyak 543 pengrajin yang tersebar di beberapa wilayah Sumenep. Hal tersebut ditegaskan Bupati Sumenep, KH. A. Busyro Karim, M.Si dalam sambutannya sebelum melakukan Pawai Budaya Sumenep 2013 di panggung Prapatan Kota Sumenep, Sabtu (02/11). Bahkan, menurut Bupati, keris memiliki makna yang amat dalam yang terungkap dalam pepatah kuno “mon kerras kodhu akerres”. Sebab, keris tidak hanya bermakna secara fisik, namun memiliki filosofi dan nilai luhur dalam dinamika kehidupan masyarakat yang melambangkan kejayaan, etika dan estetika, serta sebagai insprirasi untuk memperkokoh persatuan dengan keberagaman budaya sendiri, yang relevan, unggul dan tetap beradab. Dalam rangkaian kegiatan Hari Jadi Ke 744 Kabupaten Sumenep yang dilaksanakan tahun ini, menurut Bupati sangat memberikan kesan tersendiri dengan dukungan semua pihak, sehingga kegiatan Hari Jadi Kabupaten Sumenep saat ini dapat memberikan kesan bagi masyarakat maupun pengunjung dari luar yang datang ke Sumenep. Melalui pawai budaya yang dimeriahkan dengan pagelaran seni yang kaya warna, serta seminar yang mencerahkan, dapat menjadi benteng guna memperkokoh falsafah dan kata yang memiliki nilai religius. “Diharapkan melaui rangkaian kegiatan Hari Jadi Kabupaten Sumenep tahun ini, dapat mempomosikan dan meningkatkan potensi wisata Sumenep, serta potensi lainnya yang dimiliki Sumenep,”tambahnya. Sementara Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Sumenep, Drs. Bambang Iriyanto, M.Si menjelaskan, kegiatan prosesi Arya Wiraraja dengan rangkain kegiatan Tari Keris kolosal dilaksanakan di depan Masjid Jamik Sumenp, hingga Prapatan Kota. Hal itu merupakan momentum untuk memberikan tauladan bagi generasi muda. “Dari kegiatan spektakuler tersebut didukung oleh sejumlah artis teater maupun tradisional. Untuk prosesi Arya Wiraraja sebanyak 150 artis, dan tari keris kolosal sebanyak 600 artis,”jelasnya. Selanjutnya dilanjutkan dalam Pawai Budaya, diawali maching band dari Kecamatan Raas, karnival dressta, selanjutya rongbongan Bupati dengan Forpimda, Arya Wiraraja beserta permaisuri, para pejabat Pemkab Sumenep, para penari keris, dan Musik Tongtong Lendhung dari Kecamatan Raas, denga rute seputar Kota Sumenep. ( Ren, Esha )