Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 25-02-2006
  • 613 Kali

MUI JATIM DIHARAPKAN JADI PILAR PENJAGA IMAN

Sumenep-Infokom News Room : Majelis Ulama Indonesia (MUI) Propinsi Jawa Timur diharapkan jadi pilar penjaga iman dan moral umat. Dan berperan aktif dalam menjaga atau membentengi masyarakat, agar tidak larut dalam perubahan budaya yang saat ini dirasakan meninggalkan jati diri sebagai bangsa Indonesia. Gubernur Jatim Imam Utomo mengatakan hal itu ketika memberikan sambutan dalam acara Rapat Kerja Daerah (Rakerda), Ta’aruf dan pengukuhan Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Propinsi Jawa Timur masa bhakti 2005-2010 di Gedung Islamic Centre Surabaya, Sabtu (25/02). Perubahan jati diri bangsa Indonesia disebabkan adanya kemajuan ilmu dan teknologi informatika yang dirasakan bisa mempengaruhi perubahan pola hidup masyarakat menjadi positif atau bisa berdampak negatif. Dia menambahkan, dampak negatif itu disebabkan adanya penetrasi budaya barat atas eksistensi bangsa Indonesia yang merusak tatanan kehidupan masyarakat. Seperti halnya, pergaulan bebas, pornografi, pornoaksi, dan penyalahgunaan obat-obat psikotropika. “Penyebab seperti inilah yang bisa menjadikan bangsa ini terjangkit oleh penyakit sosial�, ujar Imam Utomo. Menyadari hal itu, lanjut Imam Utomo, peran agama bisa dijadikan bagian dari norma dan nilai kehidupan, sehingga segala dampak negatif dari pengaruh kemajuan budaya manusia dapat dihindari. Selain itu, lanjut Mantan Pangdam V Brawijaya ini menjelaskan, untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi bangsa, Pemerintah Propinsi Jawa Timur telah mempersiapkan berbagai langkah yang dijabarkan melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dengan tujuh prioritas pembangunan. Masih kata Imam Utomo, tujuh prioritas itu adalah peningkatan kesolehan sosial dalam beragama, peningkatan aksesibilitas terhadap kualitas pendidikan dan kesehatan, penanggulangan kemiskinan, pengurangan kesenjangan, perbaikan iklim ketenagakerjaan dan memacu kewirausahaan, percepatan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dan pembangunan infrastruktur, optimalisasi pengelolaan sumber daya alam, pelestarian lingkungan hidup, peningkatan ketentraman dan ketertiban. Gubernur mengatakan, upaya itu tidak dapat terlaksana tanpa adanya partisipasi aktif dari semua komponen masyarakat termasuk keterlibatan Majelis Ulama Indonesia�, tuturnya. ( Info Jatim, Esha )