Media Center, Jumat ( 26/10 ) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sumenep, mengajak seluruh komponen masyarakat Sumenep, khususnya para tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk mendukung perwujudan politik damai jelang Pemilihan Presiden dan Legislatif tahun 2019 mendatang.
Hal tersebut ditegaskan Wakil Ketua MUI Sumenep, H. Muhammad Yasin, mengingat suhu politik yang mulai dirasakan dari pusat hingga daerah.
Menurutnya, para tokoh agama di Kabupaten Sumenep menginginkan, agar masyarakat memberikan kesejukan dan perdamaian, utamanya dalam interaksi di tengah-tengah masyarakat.
“Sejumlah tokoh agama di Kabupaten Sumenep menginginkan agar suhu politik menjelang Pemilihan Presiden maupun Legislatif tahun 2019 mendatang berlangsung damai dan sejuk, dengan mengutamakan musyawarah,” ungkapnya.
Menurut Yasin, untuk memilih pemimpin harus dilaksanakan sesuai aturan yang berlaku, dengan menggunakan kepala dingin melalui musyawarah, agar suasana politik berlangsung sejuk dan damai, sehingga tidak akan terjadi unsur-unsur yang bisa membuat perpecahan bangsa.
Ditambahkan, pria yang juga Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Sumenep ini, jika hal tersebut bisa dilakukan dengan melakukan komunikasi yang baik antar peserta Pemilu. Dengan terus melakukan pencerahan dan pencerdasan kepada masyarakat melalui Pemilu damai tanpa issue sara maupun agama, yang mampu memecah belah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Para peserta Pemilu seharusnya memberikan program-program, bagaimana upaya membenahi negara dengan cara-cara yang baik, agar tidak terjadi ketersinggungan serta menjamurnya berita-berita hoax yang justru memecah belah NKRI,” tambahnya. ( Ren, Esha )