Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 28-11-2006
  • 2198 Kali

MUNCULNYA PENOLAKAN TENAGA NUKLIR, KARENA KURANGNYA SOSIALISASI KEPADA MASYARAKAT

Sumenep-Kominfo News Room : BATAN menilai munculnya aksi penolakan penggunan tenaga nuklir, utamanya untuk pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN), karena minimnya pengetahuan tentang teknologi nuklir dan lemahnya sosialissai kepada masyarakat. Direktur Center for Disemination of Nuclear Science and Technologi (PDIN) National Nuclear Energency BATAN, DR. Taswanda Taryo, M.Sc.Eng menjelaskan, pihaknya menilai adanya penolakan terhadap penggunaan tenaga nuklir ini, karena belum mengerti secara global tentang nuklir, atau masyarakat sampai saat ini belum mendapat sosialisasi. Padahal nuklir sudah berada disekeliling kehidupan setiap hari, semisal radiasi sinar matahari, ronsen dan pengawet makanan. Terkait dengan pembangunan PLTN di Madura kata Taswanda Taryo, pembanngunan PLTN di Indonesia menggunakan reaktor daya bertekanan yang sudah terbukti dan dipakai dunia, baik di negara Eropa Amerika dan Asia. Saat ini di Madura masih tahap sosilalisasi, namun pihaknya sudah melihat potensi yang cukup bagus, terutama untuk kombinasi PLTN dan Desalinasi. Taswanda Taryo menambahkan, kalau berbicara aplikasi tenaga nuklir sudah ada di sekeliling kehidupan sejak tahun 1946, hanya saja yang terpenting sosialisasi kepada masyarakat agar mereka memahami pemanfaatan nuklir ini. ( Yasik, Esha )