Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 24-07-2016
  • 705 Kali

Musim Tanam Tembakau, Harga Mentimun Meroket

News Room, Senin ( 25/07 ) Harga buah timun atau mentimun atau yang biasa juga disebut ketimun di Sumenep meroket. Harganya saat ini naik hingga maksimal 100 persen dari harga biasanya. Pasalnya, saat ini kebanyakan petani menanam tembakau dan padi, sehingga panen buah timun pun sedikit. 

“Musim tembakau memang biasanya sedikit yang menanam timun. Karena sedikit, akibatnya harga timun agak mahal,”kata Mohammad Wardiyanto, salah seorang petani timun di Desa Pakondang, Kecamatan Rubaru, pada Media Center. 

Untuk satu keranjang yang berisi sekitar 40 buah timun, menurut Warrdiyanto harganya bisa mencapai Rp. 30.000,00. Harga itu merupakan harga 2 kali lipat dari harga biasanya. 

“Biasanya harga 1 kalasa (keranjang) itu sekitar Rp. 15.000,00,”ungkapnya. Seperti diketahui, saat ini para petani di Sumenep memasuki musim tanam tembakau. 

Meski tak semua petani menanamnya. Namun, untuk di wilayah dataran tinggi atau daerah bukit yang sering disebut gunung disini tetap menanamnya, meski musim tak mendukung, akibat efek La Nina atau hujan sepanjang tahun. 

“Di desa kami ini malah ada yang sudah menanam 4 kali, karena rusak akibat hujan deras,”kata Wardiyanto. Selain itu, untuk petani yang memiliki lahan di dataran rendah tidak berani berspekulasi. Mereka malah menanam padi untuk ke dua kalinya. Seperti misalnya Lamri dan Wasik, 2 petani di Desa Kasengan Kecamatan Manding. 

“Saat ini saya sudah mulai panen untuk ke dua kalinya,”kata Lamri beberapa waktu lalu pada Media Center. ( Farhan, Esha )