Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 24-03-2009
  • 684 Kali

Nelayan Tanjung Keaok Banyak Beralih Ke Rumput Laut

News Room, Selasa ( 24/03 ) Nasib masyarakat nelayan di kepulauan Sapeken dalam beberapa tahun ini seperti menemukan puncak kesuksesan. Sebab, hasil rumput laut yang banyak digeluti nelayan setempat dapat memberikan hasil yang cukup besar bagi petani rumput laut disana. Sementara, pekerjaan mencari ikan yang selama puluhan tahun dilakukan, juga tidak ditinggalkan. Sebab, untuk membudidayakan rumput laut tidak memerlukan tenaga dan waktu yang cukup lama. Begitu bibit sudah dipancang, tinggal menunggu masa panen, sambil sewaktu-waktu bisa dilihat disaat pergi dan pulang melaut. Kepala Desa Tanjung Keaok Kecamatan Sapeken, H. Syairuddin, mengaku para nelayan di Desanya banyak yang beralih dari nelayan menjadi petani rumput laut karena hasilnya memang cukup menggiurkan. Bahkan, saat ini hampir 90 persen masyarakat nelayan disini beralih pada budidaya rumput laut, karena hasilnya lebih dapat diharapkan ketimbang melaut. Meskipun sebagian, ada pula nelayan yang banting setir secara utuh beralih dari melaut menjadi petani rumput laut. Namun, pilihan mereka benar-benar menuai hasil yang memuaskan. Bayangkan, jika mereka sebelumnya harus membanting tulang berbantal ombak, berselimut angin di lautan lepas, hanya untuk memancing yang kadang hasilnya nihil. Karena itu, terkadang untuk kebutuhan lauk-pauk, masyarakat di Desanya membeli ke pulau lain, seperti ke Desa Pagerungan Besar dan Saseel, meski dengan harga yang cukup mahal, yakni sekitar 50 persen ketimbang ketika masyarakat disana masih berprofesi nelayan. Dijelaskan Syairuddin, yang juga menjadi pengusaha rumput laut ini, dalam setiap bulan, pihaknya bisa mengirim sebanyak 200 ton rumput laut kering, dengan harga beli Rp. 2.700 per-kilogram di petani. Sedangkan masa panen rumput laut sudah berlangsung hampir setiap tiga bulan sekali. Dan sekitar bulan April dan Mei 2009 akan ada panen lagi. Namun biasanya masa panen paling banyak dilakukan pada bulan Juli dan Agustus mendatang. ( Ren, Esha )