News Room, Senin ( 04/06 ) Aksi perampokan dengan korban Hj. Istiharah (71), warga Desa Kolor, Kecamatan Kota, Kabupaten Sumenep, pada Senin (04/06) pagi, tergolong sadis. Meski sudah berhasil menggasak perhiasan emas seberat 42 gram, korban juga dihabisi hingga tewas dengan leher dijerat pakai taplak meja. Korban ditemukan tewas pertama kali oleh anaknya didalam rumah, sudah dalam kondisi tidak bernyawa. Anak korban, Siti Hasiyah (51), mengaku tidak mengetahui pelaku perampokan itu, sebab saat kejadian dirinya berada diluar rumah. “Saya memang pamit pada ibu untuk bayar pajak kendaraan di Kantor Samsat Sumenep. Tidak ada firasat apa-apa. Tapi, ketika tiba dirumah sepulangnya dari Kantor Samsat, saya melihat ibu sudah tergeletak tak bergerak di kamar. Semula dikira ibu sakit dan pingsan. Tapi begitu melihat leher ibu dijerat taplak meja, saya langsung berteriak. Tetangga pun berdatangan dan langsung membawa ibu ke rumah raskit,”katanya. Siti Hasiyah yakin, jika ibunya meninggal karena dirampok, sebab seluruh perhiasan yang dipakainya hilang. “Ibu saya kan pakai gelang, kalung, dan cincin. Semuanya hilang. Apalagi, waktu ditemukan masih terdapat jeratan taplak meja dilehernya. Saya yakin kematian ibu tidak wajar,”terangnya. Sementara Kabag Operasional Polres Sumenep, Kompol Edy Purwanto menjelaskan, pihaknya menduga kematian Hj. Istiharah itu, merupakan korban penganiayaan hingga tewas oleh pelaku yang ingin mengambil emas perhiasan milik korban. “Dugaan kearah penganiayaan memang ada, karena saat ditemukan terdapat taplak meja yang melilit dileher korban, dan hilangnya emas perhiasan milik korban. Saat ini, anggota kami masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), dan meminta keterangan pada anak korban tersebut,” ungkap Edi Purwanto di rumah korban. Sesuai hasil interograsi tersebut, kata Edy Purwanto, sejumlah emas perhiasan milik korban yang hilang dan diduga diambil oleh pelaku adalah kalung emas seberat 20 gram, dua gelang masing-masing 10 gram, dan cincin 2 gram. “Kami masih mengungkap pelaku penganiayaan hingga tewas tersebut,”pungkasnya. ( Nita, Esha )