Media Center, Selasa ( 02/07 ) Ibu-ibu Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Sumenep harus mewaspadai maraknya konten hoax yang tersedia lewat berbagai sarana dalam pergaulan sehari-hari.
Ketua Penasehat Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Sumenep, Ny. Nurfitriana Busyro mengatakan, ibu-ibu Dharma Wanita Persatuan harus mampu menyaring secara cerdas setiap kali mendapat informasi, baik melalui media sosial (medsos) dan lingkungan.
“Saya tekankan setiap konten informasi di media sosial dan lingkungan harus disaring, supaya tidak terjebak dengan informasi hoax atau informasi palsu, sehingga tidak berdampak buruk bagi diri sendiri, dan lingkungannya,” katanya pada Halalbihalal Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Sumenep di Aula Sekretariat PKK, Selasa (02/07/2019).
Ia menyatakan, manakala mendapat konten informasi melalui media sosial termasuk di lingkungan, hendaknya jangan langsung percaya begitu saja, namun perlu memeriksa kembali, apakah informasi itu memang benar sesuai kenyataan atau sebaliknya (hanya konten hoax).
“Agar tidak termakan dengan konten hoax, sebaiknya setiap ada informasi harus mencari sumber data hingga jelas dari mana, sehingga mengetahui jika informasi itu benar atau hanya informasi palsu,” tutur istri Bupati Sumenep ini.
Nurfitriana mengungkapkan, maraknya konten hoax melalui berbagai sarana dewasa ini, guna memecah belah kerukunan masyarakat, agar terjadi perpecahan. Untuk itu, masyarakat tetap mewaspadai konten hoax dalam rangka merawat persatuan dan kesatuan di Kabupaten Sumenep, sehingga tetap dalam kondisi yang kondusif.
“Ibu-ibu Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Sumenep ikut aktif memberikan pencerahan kepada masyarakat untuk tidak percaya konten hoax, demi menjaga persatuan dan kesatuan di tengah-tengah masyarakat untuk menciptakan Kota Keris ini tetap aman,” pungkasnya. ( Yasik, Esha )