News Room, Kamis ( 15/07 ) Kantor Administrator Pelabuhan (Adpel) Kalianget Sumenep, mengeluarkan surat imbauan terhadap perusahaan pelayaran, supaya berhati-hati saat beroperasi dilautan. Karena, ombak di seluruh perairan kepulauan Sumenep saat ini mencapai 2,5 hingga 3 meter lebih. Petugas Kesatuan Pengamanan Laut dan Perairan (KPLP) Syahbandar Kalianget, Welliyanto menjelaskan, surat imbauan itu sudah diedarkan kemasing-masing perusahaan pelayaran yang ada di Sumenep, pada Kamis (15/07) pagi. “Kami meminta pihak perusahaan pelayaran, utamanya bagi para nakhoda supaya memperhatikan cuaca. Kalau cuaca laut dirasa kurang bersahabat, jangan dipaksakan untuk berlayar, demi keselamatan penumpang,â€kata Welli, pada wartawan dikantornya, Kamis (15/07). Welli juga mengungkapkan, pihaknya akan terus memantau cuaca laut, yang setiap detik selalu berubah-ubah. “Jikalau cuaca laut dianggap ekstrem dengan ketinggian ombak diatas 3 meter, secara otomatis kami tidak akan mengeluarkan Surat Ijin Berlayar (SIB). Tapi, untuk sekarang kami hanya mengimbau pada nakhoda agar berhati-hati, dan melihat cuaca sebelum berlayar,â€ujarnya. Sementara, Petugas Observasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kalianget, Johan menuturkan, bahwa gelombang laut diseluruh perairan Sumenep mencapai 2,5 meter. “Namun, memasuki tanggal 21 Juli 2010 nanti, diperkirakan tinggi ombak akan mencapai 3 meter lebih, dengan kecepatan angin antara 15-25 knot per jam. Untuk itu, kami mengingatkan para nelayan agar tidak melakukan aktifitas, karena kondisi laut berbahaya,â€ungkapnya. Johan juga menambahkan, tinggi ombak 2,5 meter itu memang tidak baik bagi para nelayan untuk beraktivitas. “Diperkirakan, ombak diatas 2 meter itu akan berlangsung sekitar 2 minggu,â€terangnya. ( Nita, Esha )