News Room, Jum’at ( 03/07 ) Beberapa Pengurus Anak Cabang (PAC) Partai Demokrat kecewa dengan Tim Kmpanye SBY-Boediono di Kabupaten Sumenep, yang tidak melibatkan PAC-PAC dalam kegiatan Tim Kampanye untuk mensukseskan Capres-Cawapres yang di usung Partai Demokrat bersama beberapa Parpol kualisi lainnya itu. Seperti halnya yang diakui, Ketua PAC Partai Demokrat Kecamatan Kalianget, Syarkawi. Menurutnya, pihaknya selama ini memang baru menerima berbagai alat kampanye melalui Pengurus DPC Partai Demokrat Kabupaten Sumenep, namun ketika beberapa alat kampanye, seperti baleho dan kaos bergambarkan pasangan SBY-Boediono dipasang dan diberikan kepada para simpatisan, tidak pernah ada koordinasi lebih lanjut. Namun, pihaknya merasa ada kejanggalan, karena ternyata Tim Kampanye SBY-Boediono sudah melaksanakan pelatihan kepada ribuan saksi di TPS. Dan setelah dikonfirmasi, ternyata yang mengikuti pelatihan itu banyak dari simpatisan Parpol lain yang ikut mendukung pencalonan SBY-Boediono. “Kami sebagai PAC merasa kecewa, karena tidak pernah dianggap ada oleh Tim Kampanye SBY-Boediono. Padahal, keberhasilan mendongkraknya suara Partai Demokrat dalam Pileg kemarin itu dari PAC-PAC,â€Âujar Syarkawi. Sementara ketika pada pelaksanaan Pilpres, justru para PAC ditinggalkan begitu saja, dan ini akan merusak solidnya pendukung suara SBY-Boediono pada pelaksanaan Pilpres yang sudah tinggal hitungan hari itu. Setidaknya kalau memang terjadi persoalan diinternal kepengurusan di DPC Partai Demokrat Kabupaten Sumenep, tidak membawa ke PAC-PAC. Namun tegas Syarkawi, meskipun semua PAC Partai Demokrat diinstruksikan untuk tetap sepenuhnya mendukung Capres-Cawabres SBY-Boediono, namun pihaknya tidak dapat menjamin para simpatisan akan simpati juga. Malah dikhawatirkan ini akan dijadikan kesempatan oleh pihak luar untuk menggerogoti suara SBY-Boediono. Sementara itu Sekretaris Tim Kampanye SBY-Boediono di Sumenep, Ir. Yusuf Ismail sebelumnya mengungkapkan, pihaknya melaksaakan pelatihan yang dipusatkan di Pos SBY-Boediono di Kecamatan Kota Sumenep, terhadap 2.383 orang saksi Tim Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)-Boediono se Kabupaten Sumenep. Sebab, sesuai instruksi dari Tim Kampanye SBY-Boediono di pusat, menurut Ucup, panggilan akrabnya ini, bahwa saksi bukan hanya sebagai tenaga pencatat perolehan suara, tapi juga merupakan ujung tombak sosialisator, untuk bisa menggiring sekaligus mengamankan perolehan suara ke SBY-Boediono. Dan soal pemilihan saksi itu merupakan hasil keputusan tim, dan itu merupakan utusan dari masing-masing Tim Kampanye tingkat Kecamatan. Sebab, disamping nantinya mereka akan menjadi saksi dimasing-masing TPS, juga diharapkan dapat mengendalikan persoalan yang ada, supaya tidak mengendap. ( Ren, Esha )