Pagelaran Topeng Dalang Sumenep Tampil Dengan Magicnya
Dalam pagelaran seni budaya nasional yang di gelar di Pulau Dewata Bali, Minggu kemarin, penampilan kesenian Topeng asal Kabupaten Sumenep, cukup menarik perhatian para wisatawan manca negara yang memang berkunjung khusus menikmati seni budaya Indonesia.
Pasalnya, tampilan topeng dari Rukun Perawas Desa Slopeng Kecamatan Dasuk tersebut, yang mengisahkan para prajurit yang berperang di medan laga, dan berpamitan kepada keluarganya yang disertai tangis dari keluarganya dengan diperagakan melalui tari topeng.
Disamping tampil dengan tarian yang lemah gemulai mengikuti irama dagelan dan tutur sang dalang, juga ada gerakan magic yang keluar dari penari topeng.
â€ÂGerakan gemulai mereka seperti memiliki tenaga magic. Dan membuat para penonton terhipnotis. Ada yang sampai tercengang, seperti patung tak berkedip melihat penampilan topeng Sumenep ketika ditampilkan pada pembukaan acara tersebut,â€Âujar Bambang Haryanto, Ketua Tim Seni Budaya Kabupaten Sumenep kepada News Room di kantornya, Rabu (27/08).
Anehnya lagi, menurut Bambang, para pemain topeng ini, setelah tampil langsung pamit untuk pulang, dan tidak mau menginap meski hanya semalam di Bali. Sepertinya itu sudah merupakan tradisi dari nenek moyang mereka sejak dulu. Sebab jika sampai bermalam ditempat dimana mereka tampil, khawatir ada orang luar yang sengaja mengirim ilmu gaib kepada para penari topeng ini, sehingga terpaksa mereka direlakan untuk pulang terlebih dahulu, tidak menunggu hingga pagelaran seni lainnya tampil.
Bambang mengaku kagum dengan para penari topeng tersebut, sebab meskipun pekerjaan para penari topeng ini beragam, bahkan banyak sebagai pekerja keras, mulai dari pelaut, tukang, petani dan berbagai profesi lainnya. Namun ketika dipanggil untuk tampil, mereka dapat memerankan dirinya dengan bagus, sebagai pelaku seni yang memang terkesan menyatu dalam dirinya.
Meski selama ini Disparbud belum memberikan perhatian dan penghargaan lebih kepada para pelaku seni budaya tradisional ini, namun kedepan pihaknya berharap akan ada pemikiran untuk memperhatikan upaya mereka dalam mempertahankan dan melestarikan budaya Madura, khususnya Sumenep. ( Ren, Esha )